Info Terbaru

Inilah Batuk Berdahak yang Berbahaya untuk Bayi Ketika Berubah Warna Ini

Advertisement
Loading...


Batuk berdahak pada bayi tentu saja bisa membuat sang bayi merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami cara untuk menangani batuk berdahak pada bayi secara tepat.

Penyebab batuk yang paling umum dialami oleh bayi yaitu virus, dimana biasanya juga menyebabkan munculnya pilek (common cold). Meskipun ada juga penyebab lains seperti bronkiolitis (radang kantong udara di dalam paru), batuk rejan, batuk croup (disebabkan karena infeksi virus pada sekitar saluran pernapasan dan laring atau pita suara atau voice box), dan batuk yang bukan karena infeksi seperti asma.

Upaya Membersihkan Tenggorokan dan Paru-paru

Kalau batuk kering akan tanpa lendir dan terasa gatal, maka batuk berdahak akan dapat menghasailkan lendir untuk membantu membersihkan saluran pernapasan.

Dahak itu lebih kental ketimbang cairan hidung atau yang biasa disebut ingus. Dahak dihasilkan pada saluran pernapasan bahwa seperti paru-paru dan sistem pernapasan sekitarnya, bukan di hidung atau sinus yang menghasilkan ingus.

Yang mesti diketahui bahwa batuk merupakan refleks yang dilakukan pada tubuh untuk dapat membersihkan saluran pernapasan dari lendir dan zat pengganggu yang lainnya seperti asap atau debu.

Pada batuk kering, batuk menjadi upaya untuk menghilangkan perasaan gatal pada tenggorokan. Sedangkan, batuk berdahak termasuk usaha untuk mengeluarkan lendir pada paru-paru. Hal tersebut seringkali terjadi kalau bayi mengalami lendir dan pilek mengalir pada tenggorokan.

Yang seringkali tak kalah mengganggu, batuk seringkali diiringi dengan demam pada bayi atau sakit tenggorokan, serta hidung yang tersumbat atau berlendir. Juga tak jarang disertai dengan mata merah, pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, leher dan bagian belakang kepala sehingga menyebabkan menjadi rewel.

batuk berdahak

Membantu Meredakan Batuk Berdahak

Menurut seorang ahli, salah satu cara yang efektif untuk dapat mengatasi cairan kental seperti dahak yakni dengan memperbanyak konsumsi asupan cairan. Hal tersebut juga akan dapat membantu tubuh bayi bisa mengatasi infeksi.

Orang tua juga bisa memanfaatkan uap air hangat pada ruangan tertutup untuk dapat membantu melegakan pernapasan bayi.

Mesti diingat bahwa hindarilah pemberian obat bebas tanpa mengonsultasikan kepada dokter untuk mengatasi batuk berdahak pada bayi. Juga hindarilah pemberian madu untuk bayi masih berada di bawah satu tahun, hal ini untuk bisa menghindari kemungkinan keracunan makanan.

Meski tak usah dikhawatirkan secara berlebihan soal batuk berdahak pada bayi, akan tetapi waspadai kalau dahak mulai berubah warna menjadi hijau, kuning atau kecokletan yang disertai bau. Dahak berwarna dan berbau tersebut dapat menjadi pertanda terjadinay infeksi dan membutuhkan penanganan dokter segera.

Selain daripada itu, konsultasikan kepada dokter kalau batuk berdahak pada bayi tak membaik setelah lima hari, batuk semakin memburuk, susah bernapas atau disertai demam setinggi 38 derajat Celcius untuk bayi berada di bawah tiga bulan, dan 39 derajat celcius untuk bayi berada di bawah 6 bulan.

Termasuk ketika bayi batuk sangat keras sampai muntah dan bayi yang memang mempunyai penyakit kronis seperti jantung atau paru-paru.

Tidak perlu bereaksi secara berlebihan dalam menyikapi batuk berdahak pada bayi. Akan tetapi cermati secara lebih lanjut dalam mengambil langkah penanganan yang sesuai.

Loading...
Advertisements
Inilah Batuk Berdahak yang Berbahaya untuk Bayi Ketika Berubah Warna Ini | fajeros | 4.5