Menu

Ingin Tahu Jenis Kelamin Bayi, Inilah Mitos dan Faktanya!

Ngidam Makanan atau Minuman Manis dan Asam

Mitos: Wanita yang sedang mengandung bayi perempuan itu konon lebih sering ngidam makanan yang memiliki rasa manis-manis, sedangkan saat mengandung bayi laki-laki akan cenderung menginginkan atau ngidam makanan dan minuman yang asin atau asam.

fakta: Tak ada data ilmiah yang telah membuktikan mengenai kebenaran mitos ini. Jika bunda merasa ngidam makanan atau minuman manis maka mungkin itu karena adanya perubahan hormon kehamilan yang bisa meningkatkan sensitivitas indera penciuman anda. Ada banyak alasan mengapa ibu hamil ngidam atau merasa ingin sesuatu yang manis-manis, salah satunya yaitu kadar gula darah yang rendah, kurang tidur, kelelahan dan kurang energi.

Selain mitos dan tanda-tanda ilmiah ketika hamil, terdapat banyak perdebatan mengenai cara yang dapat meningkatkan kemungkinan mempunyai bayi berjenis kelamin tertentu. Misalnya, anjuran diet spesifik untuk mengonsumsi makanan asam bisa membantu dalam mengandung bayi laki-laki dan makanan basa untuk dapat membantu hamil anak perempuan. Faktanya tak ada bukti ilmiah untuk anjuran ini. Makanan bervariasi dan bergizi sangat penting untuk kesehatan bayi dan ibu, membatasi asupan nutrisi atau menjalani diet tertentu ketika hamil itu bukanlah ide bagus. Dan tak bukti ilmiah terkait anjuran rutin ketika berhubungan badan sebelum masa ovulasi supaya mengandung bayi perempuan, kendati ini didasarkan pada fakta bahwa sperma jenis kelamin bayi perempuan itu tampaknya dapat bertahan lebih lama dibandingkan sperma yang berjenis kelamin laki-laki. Begitupun dengan mitos berhubungan badan sehabis masa ovulasi itu cenderung akan menghasilkan bayi berjenis kelamin laki-laki.

Baca Juga  Kanker Usus Besar Gejala dan Penyebabnya

MITOS DAN FAKTA KELAMIN BAYI

Manusia dilahirkan dengan memiliki 46 kromosom sebanyak 23 pasang. Kromosom X dan Y akan menentukan jenis kelamin seseorang. Normalnya, kromosom wanita adalah 46XX dan kromosom pria adalah 46XY. Jenis kelamin bayi dalam kandungan diatur segera sesudah sperma bertemu sel telur dalam proses pembuahan. Alat kelamin janin itu belum berkembang pada masa awal kehamilan sampai 6 minggu kehamilan.

Baca Juga  Tak Bersunat Meningkatkan Resiko Kanker Penis

Umumnya, pada usia kehamilan 4 atau 5 minggu, dokter dapat mendeteksi jenis kelamin bayi dalam kandungan Bunda dengan beberapa tes prenatal seperti USG, amniosentesis, serta pemeriksaan lainnya. Posisi bayi saat pemeriksaan USG adalah aspek terpenting dalam mendeteksi jenis kelamin bayi, terlebih untuk memastikan bahwa bayi yang dikandung adalah bayi laki-laki.

Cara yang paling akurat untuk dapat menentukan jenis kelamin pada bayi di dalam kandungan yaitu pemeriksaan DNA. Pemeriksaan ini bisa menentukan jenis kelamin bayi mulai dari usia kehamilan sekitar 9 minggu. Di dunia medis, tujuan utama pemeriksaan DNA bayi. Sebenarnya itu bukanlah untuk dapat mengetahui jenis kelamin pada bayi, akan tetapi untuk dapat mendeteksi apakah ada kelainan bawaan pada janin yang sedang dikandung untuk menentukan apakah bayi itu sehat atau tidak. Pemeriksaan ini belum rutin dilakukan karena memiliki harga yang mahal dan tak tersedia pada seluruh daerah. Dan tak kalah penting, untuk dapat mencari tahu tentang jenis kelamin dan tentunya menjaga kesehatan ibu dan janin maka lakukanlah kontrol kehamilan secara rutin pada dokter atau bidan untuk bisa mendapatkan pemeriksaan, informasi dan suplemen prenatal yang memiliki manfaat untuk dapat menunjang kehamilan yang optimal.

Baca Juga  Wow, Buah Ini Ternyata Bisa Mengatasi Kanker Lambung

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.