Menu

Ingin Program Bayi Tabung Berhasil? Penting Cek Kelainan Kromosom

Hai mas bro selamat datang di website informasiana.com. Kali ini kami akan menyajikan informasi menarik tentang Ingin Program Bayi Tabung Berhasil? Penting Cek Kelainan Kromosom. Teman-teman jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

INFORMASIANA – Berkat kemajuan teknologi, ada program IVF atau fertilisasi in vitro (IVF) memberi harapan baru bagi pasangan yang memiliki kesulitan memiliki anak. Namun, banyak yang tidak tahu bahwa kelainan kromosom dapat menyebabkan kegagalan dalam program IVF.

Baca Juga  Kisah Dibalik Pemberian Nama Nama Unik Di Indonesia

Bahkan, menurut kepala diagnosis Genomik, Dr. Dennis Jacobus, SpPK, lebih dari 80% kegagalan IVF disebabkan oleh kelainan kromosom.

Karena itu penting untuk mendeteksi kelainan kromosom sejak awal. Dia mengatakan ini bisa diidentifikasi dengan melakukan penyaringan genetik pra-implantasi (PGS).

"Jadi ini adalah tindakan memeriksa kromosom dalam embrio sebelum transfer embrio atau implantasi embrio ke dalam rahim," kata Dr. Dennis INFORMASIANA di Jakarta baru-baru ini.

Baca Juga  10 kompetisi paling aneh di dunia!! INFORMASIANA

Secara umum, embrio terdiri dari sejumlah sel, yang masing-masing memiliki 46 kromosom, termasuk kromosom x dan y yang merupakan kromosom seks. Dia menjelaskan, jika embrio memiliki nomor kromosom lebih rendah atau lebih tinggi dari 46, embrio memiliki kelainan yang disebut aneuploidi.

"Sekarang dengan PGS ini kita sekarang dapat mengidentifikasi kelainan, sehingga hanya embrio dengan jumlah kromosom normal yang ditanamkan di dalam rahim," kata Denis.

Lebih lanjut, Dennis juga mengatakan bahwa PGS juga penting dilakukan untuk mengurangi risiko keguguran. Selain itu, jelas metode ini akan meningkatkan keberhasilan dalam program IVF. (NSA)

Baca Juga  Kisah Orang Sukses: Howard Schultz, Loper Koran yang Jadi Bos Starbucks

Gimana mbak bro? kami berharap mbak bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk bagikan artikel di sosial media kalian.