Info Terbaru

Hati-hati, Hal Ini yang Terjadi Pada Bayi Jika Tidur Menggunakan Bantal


Advertisement

Sebagian masyarakat yakin bahwa memakai bantal berbentuk huruf U untuk bayi bisa membantu kepala bayi untuk terbentuk bundar sempurna. Hati-hati karena asumsi ini sebenarnya keliru. Sampai sekarang ini belum ada bukti mengenai manfaat bantal untuk bayi. Sebaliknya, para ahli justru menganjurkan kepada para orang tua tak memakai bantal apa pun untuk bayi sampai berusia dua tahun.

Bentuk kepala bayi yang baru lahir belum sempurna karena adanya pengaruh proses kelahiran atau alat bantu persalinan seperti forsep. Kepalanya memerlukan waktu untuk dapat berubah ke bentuk yang ideal.

Meskipun proses kelahiran bisa berpengaruh pada bentuk kepala bayi, sebenarnya tak ada yang mesti dikhawatirkan. Pada sebagian besar kasus, bentuk kepala bayi bisa menjadi bundar sempurna seiring perjalanan waktu. Oleh sebab itulah, tak usah menyiasatinya dengan menggunakan bantal malahan itu justru membahayakan bayi.

Inilah yang menjadi alasan mengapa bantal berbentuk huruf U atau bantal apa pun tak baik untuk bayi:

– Bantal berpotensi mengundang bahaya sesak napas atau tersedak.
– Jika bantal robek, isi bantal bisa keluar. Jika sedikit saja isian bantal keluar, lalu masuk ke mulut atau hidung bayi, menjadikan dirinya berisiko mengalami tersedak.
– Jika bayi diletakkan di tengah bantal berbentuk U, bayi akan kesulitan untuk membalik atau memutar kepalanya ke salah satu sisi ketika dia gumoh atau muntah. Kondisi ini berisiko membuat bayi tersedak oleh muntahannya sendiri.
– Bantal juga dikaitkan dengan sindrom kematian mendadak pada bayi. Disebut pula dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome.

Bantal dan Sindrom Kematian Mendadak Pada Bayi

SIDS termasuk kematian tidak terjelaskan yang terkadang terjadi saat bayi sedang tidur. Meskipun bayi terlihat sehat, dia masih bisa mengalami SIDS. Fenomenan ini selalu terjadi pada bayi berusia kurang dari setahun. SIDS juga dikenal sebagai kematian boks bayi karena bayi sering mengalami meninggal di boks mereka.

Meskipun penyebabnya belum bisa diketahui secara pasti, SIDS dihubungkan dengan abnormalitas pada porsi otak bayi yang mengendalikan pernapasan dan terbangun dari tidur. Teori lainnya mengungkapkan bahwa bayi bisa mempunyai resiko SIDS yang lebih tinggi jika tidur dengan posisi tengkurap, khususnya kalau bayi tidur di kasur yang lembut atau dengan seprainya, bersama boneka mainan, atau bahkan dengan bantal di dekat wajahnya.

Sebuah teori menyatakan bahwa permukaan bantal yang lembut atau benda di sekitarnya akan memungkinkan terciptanya sekat kecil pada sekitar mulut bayi dan menjebak setiap hembusan napas. Sebagai akibatnya, bayi akan menghirup kembali hembusan napasnya. Kadar oksigen pada tubuhnya kemudian akan menurunkan dan karbondioksida akan terakumulasi. Pada akhirnya, kekurangan oksigen bisa berkontribusi terhadap SIDS.

Tips Menggunakan Bantal

Berikut terdapat beberapa hal yang para orang tua mesti perhatikan berkaitan dengan pemakaian bantal pada bayi.

– Jauhkanlah semua bantal dari keranjang bayi di malam hari atau saat bayi sedang tak diawasi.

– Bantal boleh dipakai untuk tidur siang dengan catatan bahwa anda ikut mengawasi. Kalau anda tak mengawasinya maka lebih baik jauhkanlah bantalnya.

– Kalau bayi tertidur dengan bantalnya, maka perlahan-lahan ambillah bantal dengan lembut dan letakanlah bayi di keranjangnya.

– Pilihlah bantal dengan isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah resiko terserang alergi.

– Pilihlah bantal yang kecil dan kukuh menggunakan sarung yang halus.

– Janganlah memakai bantal yang dihiasi dengan menggunakan kancing, manik-manik, rumbai atau dekorasi jahitan yang lainnya.

– Dianjurkan untuk tak memakai bantal yang terbuat dari bahan poliester karena pada kain poliester bisa menyebabkan iritasi. Utamakanlah yang berbahan kain katun.

– Periksalah secara rutin apakah pada kain bantal itu robek. Kalau robek maka singkirkanlah bantal tersebut

– Bersihkan bantal secara rutin. Bantal dapat menjadi sarang kuman, debu, keringat, sisa susu yang mengering, atau minyak bayi. Cuci bantal sesuai dengan petunjuk perawatan dan pastikan benar-benar kering sebelum digunakan.

– Jangan gunakan bantal jika Anda meletakkan bayi di dalam ayunan.

– Jika bayi Anda memiliki ruam pada kulitnya dan terus berkembang, periksakan dirinya ke dokter.

– Jangan memberi makan bayi Anda saat dia sedang berbaring di atas bantal. Suapi bayi dengan posisi seperti sedang menyusui.

Sebenarnya untuk bayi berusia di bawah dua tahun tak memerlukan bantal untuk bisa membuatnya nyaman atau membantu kepalanya menjadi bundar sempurna. Anda tidak usah memaksakan untuk memakai bantal pada bayi. Disamping itu, kalau bayi anda tidur bersama dengan anda, maka jangan lupa untuk menjauhkannya dari semua bantal atau guling.

Loading...
FAJAR ASHAR (486 Posts)

Saya FAJAR ASHAR, lahir di Bantaeng, 11 Agustus 1990. Saya pernah belajar di SDN 2 Lembang Cina Bantaeng, SMPN 1 BANTAENG, SMAN 2 BANTAENG, JURUSAN FISIKA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR dan sekarang melanjutkan MAGISTER di FISIKA UNHAS. Saya memiliki ketertarikan menulis di pengertian, kesehatan, manfaat, teknologi, game dan harga hp. Oleh karena itu pada situs ini banyak membahas hal tersebut.


Hati-hati, Hal Ini yang Terjadi Pada Bayi Jika Tidur Menggunakan Bantal | FAJAR ASHAR | 4.5