Menu

Halalkah, Membunuh Istri yang Selingkuh dan Berzina? Begini Penjelasannya

[wp-like-locker url=”https://web.facebook.com/Informasiana-351473515703038/” message=”Tekan Like untuk Lihat Artikel”]

Ulama’ dari kalangan madzhab Hambali dan maliki menyatakan bahwa jika mampu menghadirkan dua orang saksi yang menyatakan bahwa dia telah melakukan pembunuhan karena perzinahan yang masuk dalam kategori zina muchshan, maka takkan ada tuntutan apapun.

Al-Haduwiyah

Ulama dari kalangan Al-Haduwiyah menyatakan bahwa diperbolehkan bagi seorang laki-laki untuk membunuh laki-laki lain yang didapati sedang berbuat mesum dengan istri atau budak atau anaknya. Maka tak ada tuntutan apapun. Akan tetapi jika mendapatinya setelah selesai berbuat mesum maka wajib untuk mendatangkan saksi.

Baca Juga  Bahagia Bersama Pasangan Itu Sederhana, Tak Perlu Romantis Berlebihan, Cukup Saling Sayang dan Pengertian

hukum membunuh istri

Madzhab Syafii

Ulama’ dari kalangan madzhab Syafii menyatakan bahwa jika seorang laki-laki mendapati istrinya sedang bersama dengan laki-laki lain, dan dia menuduh bahwa laki-laki yang dia dapati sedang bersama isitrinya sudah melakukan perbuatan yang mewajibkan untuk di had, maka dia pun bisa membunuh keduanya atau salah satunya, sedang dia tidak bisa mendatangkan saksi maka dia akan dituntut dengan qishash. Kecuali ahli waris dari korban pembunuhan menuntut supaya dia membayar uang tebusan (diyat).

Baca Juga  8 JEMBATAN EKSTRIM DAN PALING DRAMATIS INFORMASIANA

[/wp-like-locker]

Pages: 1 2 3 4 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.