Menu

Halalkah, Membunuh Istri yang Selingkuh dan Berzina? Begini Penjelasannya

“Sesungguhnya Sa’ad Ibnu ‘Ubadah pernah bertanya kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam: Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mendapati istriku sedang bersama laki laki lain? Apakah aku membiarkannya sampai aku mendatangkan empat orang saksi?”
Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab: “Iya, jika seseorang membunuhnya, maka dia akan terkena qishas. Kecuali jika dia dapat mendatangkan saksi yang menyatakan bahwa mereka telah melakukan perbuatan keji (zina muchshan) atau membuat pelaku mengakui pembunuhan yang telah dilakukan. Maka jika seseorang membunuh mereka atau salah satu dari mereka, sedang dia tidak bisa menunjukkan bukt dan tidak bisa mendatangkan saksi atas perbuatan zina yang sudah dilakukan (dan) atau tidak dapat membuat pelaku mengakui pembunuhan yang sudah dilakukan maka dia bisa dituntut dengna qishash atau membayar uang tebusan (diyat). Sebab jika tidak demikian, aka nada banyak laki-laki yang menuduh laki-laki lain yang sudah melakukan tindak kejahatan untuk kemudian membunuhnya (padahal karena dendam) dan mengklaim bahwa dia sudah mendapati laki-laki tersebut bersama istrinya. Dan akan banyak seorang suami akan membunuh istrinya supaya bisa lepas dan terbebas darinya kemudian berdalih bahwa istrinya sudah berkhianat dan mendapatinya sedang berbuat mesum bersama laki-laki lain”.

Baca Juga  Kamu Punya Pacar? Kuno Banget Sih! Sekarang Jamannya Nikah Lalu Pacaran, Bukan Pacaran Ga Nikah-hikah

hukum membunuh istri

Dari hadits diatas menunjukkan bahwa Rasulullah Saw sangat berhati-hati untuk masalah ini demi menjaga nyawa dan kelangsungan hidup dengan mewajibkan kepada orang yang ingin membunuh untuk menunjukkan bukti atau mendatangkan saksi atas tuduhannya. Jika dia dapat menunjukkan bukti atau mampu mendatangkan saksi atas tuduhannya tersebut, maka tidak akan ada tuntutan apapun.

Baca Juga  Dekati Allah Dalam Situasi dan Kondisi Apapun, Agar Kebaikan-Nya pun Senantiasa Dekat Dengan Kita

[wp-like-locker url=”https://web.facebook.com/Informasiana-351473515703038/” message=”Tekan Like untuk Lihat Artikel”]

Sebagian ulama terdahulu menyatakan bahwa seseorang tak dibolehkan membunuh orang lain. Namun, dimaafkan atas sesuatu yang sudah dilakukan (membunuh) jika ada tanda-tanda kebenaran dengan dilengkapi otopsi dari dokter yang jujur atas keduanya bahwa mereka berdua laki-laki lain dan istri sendiri telah berzinah.

Baca Juga  Ketika Orang Lain Berkata Buruk Padamu, Sesunguhnya Dia Menunjukkan Bahwa Dia Tidak Lebih Baik Darimu

[/wp-like-locker]

Hambali dan Maliki

 

Pages: 1 2 3 4 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.