Menu

Gigi Ompong pada Lansia Jadi Pertanda Demensia?

Selamat datang di informasiana.com. Semoga artikel ini mampu menambah pembelajaran kita tentang informasi kesehatan tentang Gigi Ompong pada Lansia Jadi Pertanda Demensia?.

Gigi ompong itu sehat
Kredit gambar: Flickr.com/John W. J. Cho

INFORMASIANA- Tanggal untuk gigi pada lansia adalah sesuatu yang umum. Tapi tahukah Anda bahwa mengurangi jumlah gigi pada lansia dapat meningkatkan kejadian demensia?

Kredit gambar: Flickr.com/John W. J. Cho

Seperti dikutip oleh Pusat Informasi Bioteknologi Nasional, satu studi menemukan bahwa seseorang yang kehilangan banyak gigi dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Studi ini melibatkan lebih dari 1.500 orang tua di Jepang, memantau kesehatan mereka antara 2007 dan 2012.

Studi ini menemukan bahwa partisipan dengan gigi yang lebih sedikit menunjukkan lebih banyak demensia. Para peneliti menemukan beberapa pilihan untuk demensia, yaitu: Perkembangan demensia meningkat sebesar 91% pada orang tua dengan 1 hingga 8 gigi tersisa. Kedua, perkembangan demensia pada orang tua dengan 10 hingga 19 gigi yang tersisa meningkat sebesar 62%.

Studi ini juga mengkonfirmasi temuan sebelumnya di mana kesehatan mulut yang baik terkait dengan kesehatan secara keseluruhan, termasuk perkembangan risiko demensia yang lebih rendah di kemudian hari. Namun, penelitian ini tidak membuktikan bahwa menyikat gigi secara teratur mencegah demensia.

Baca Juga  Kesehatan Gusi dan Menurunnya Tingkat Kesuburan Wanita

Kebersihan mulut dapat menjadi tanda kesehatan karena mulut berhubungan dengan nutrisi. Kondisi mulut yang buruk mengindikasikan kebiasaan makan dan perilaku yang tidak sehat. Peradangan pada rongga mulut diketahui sebagai faktor risiko bagi seseorang yang terkena Alzheimer. Sebuah studi oleh King's College London dan University of Southampton telah menemukan bahwa menyikat gigi secara teratur dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer.

Perlu dicatat bahwa penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan karena jumlah peserta yang diteliti. Ini berarti Anda harus berhati-hati dengan kesimpulan, terutama jika Anda melihat penyakit Alzheimer dan demensia vaskular secara terpisah.

Studi ini menemukan bahwa dari 1.566 individu yang diteliti, hanya 42 yang menderita demensia vaskular. Karena itu, sulit untuk menarik kesimpulan dari angka ini. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut. Jenis penelitian ini tidak secara langsung menyatakan bahwa tanggal gigi terkait dengan demensia.

Baca Juga  Kuteks Ternyata Berbahaya Bagi Sistem Reproduksi Wanita

Kenali gejala demensia

Banyak orang menyamakan demensia sebagai penyakit usia karena sering terjadi pada usia tua. Namun, demensia lebih dari terkait usia dan dapat secara signifikan mempengaruhi berkurangnya kemampuan untuk melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Untuk menghindarinya, Anda harus mengenal gejala demensia sejak dini.

Tanda pertama yang harus Anda ketahui tentang demensia tentu saja adalah kehilangan ingatan segera. Misalnya, mereka lupa apa yang kami lakukan beberapa waktu lalu, atau hanya lupa meletakkan kunci mobil di suatu tempat. Hilangnya ingatan jangka pendek ini tentu harus diperhitungkan agar tidak melanjutkan demensia.

Selain itu, ada orang yang memiliki kesulitan menempatkan kata-kata dengan cara yang membuatnya sulit untuk berkomunikasi. Jika ini terjadi, sebaiknya waspada dengan demensia.

Gejala lain yang perlu dikenali adalah berkurangnya indera penciuman. Ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Geriatrics Society, yang meneliti 2.906 pria dan wanita berusia 57 hingga 85 tahun. Para peneliti meminta semua peserta untuk mengidentifikasi beberapa rasa, termasuk mawar, ikan, peppermint dan jeruk.

Baca Juga  Waspada! Gejala Kanker Paru-Paru dan Penyebabnya!

Setelah 5 tahun, 4,1 persen dari kelompok tersebut menderita demensia. Satu-satunya faktor yang menghubungkan demensia adalah kemampuan kognitifnya untuk mendeteksi bau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang memiliki masalah dengan indra penciuman mereka dua kali lebih besar dari demensia.

Meskipun banyak penelitian telah menunjukkan bagaimana demensia dapat dicegah atau diobati, identifikasi gejala dan tanda yang terjadi di rongga mulut sering diabaikan.

Jangan lupa makan makanan yang seimbang, tetap aktif secara fisik, menjaga kolesterol dan tekanan darah, dan mengurangi risiko demensia.

Semoga berita kesehatan ini dapat memberi manfaat untuk siapapun yang memerlukan informasi mengenai Gigi Ompong pada Lansia Jadi Pertanda Demensia?.