Menu

Final Persebaya Vs Arema, Sinyal Kebangkitan Tim-tim Jawa Timur?

INFORMASIANA – Piala Presidensial 2019 memiliki banyak kejutan. Beberapa klub raksasa telah jatuh pada awal turnamen pramusim, yang secara rutin diadakan dan memasuki edisi keempat.

Pada 2019, banyak raksasa jatuh dari fase grup. Sebut saja Persib Bandung, PSM Makassar, Bali United, dan Persipura Jayapura.

Sementara langkah-langkah juara liga musim lalu, yang juga pemegang Piala Presidensial, Persija Jakarta, terhenti setelah Kalteng Putra ditangkap di perempat final.

Pada kenyataannya, bukan hanya fenomena dari banyak raksasa yang telah jatuh pada fase awal. Namun, dilihat dari dinamika yang ada, eskalasi ancaman dari poros sepakbola Jawa Timur sudah mulai meningkat.

Baca Juga  Drama 4 Gol, Wolverhampton Vs Watford Lanjut ke Babak Tambahan

Ya, banyak klub Jawa Timur yang menang di Piala Presiden 2019. Dimulai dengan perempat final, setidaknya ada empat klub Jawa Timur yang bersaing.

Dengan demikian, semifinal didominasi oleh klub-klub Jawa Timur. Persebaya, Madura United dan Arema FC, telah menjadi pesaing di semifinal. Hanya Kalteng Putra, klub di luar Jawa Timur yang lolos ke semi final.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa di semifinal, Kalimantan Tengah menjadi hanya bulan Arema. Mereka kalah 0-6 dari total. Dan persaingan sengit terjadi di Derby Suramadu, antara Persebaya dan Madura.

Kehilangan 0-1 di stage 1, MU mencoba bangkit pada pertemuan kedua. Di sisi lain, Persebaya tampil militan dan menunjukkan identitasnya sebagai tim pekerja keras.

Baca Juga  Bek Bhayangkara FC Tak Ingin Memori Kelam Piala Presiden Terulang

Drama disajikan. Lima gol diciptakan di tahap 2, dan pada akhirnya, Madura United harus tersingkir karena kekalahan total, 2-4.

Pemain Madura United Andik Vermansah (kanan kedua) menangis setelah kalah dari Persebaya Surabaya di Stadion Bung Tomo (GBT) Surabaya pada 3 April 2019.

Alhasil, final piala presiden 2019 mempertemukan dua wakil Jawa Timur. Sangat menarik untuk dicatat bahwa final piala presiden 2019 adalah permainan klasik, karena sejarah panjang kompetisi antara kedua tim.

Akhir dari rekan setimnya di Jawa Timur telah menjadi ultimatum untuk pesaing Lega 1. Mengingat musim 2019, poros kekuatan sepakbola Jawa Timur telah bangkit kembali.

Ya, mulai 2017, klub-klub Jawa Timur kesulitan bersaing di puncak Liga 1. Di musim 2018, Persebaya menunjukkan taringnya sebagai salah satu raksasa Jawa Timur yang finis di peringkat 5 besar.

Baca Juga  Derby Manchester Jadi Ajang Pelampiasan Dendam MU

Di sisi lain, Arema kewalahan di babak pertama Liga 1 2018 dan akhirnya berhasil finis di tempat keenam, sebuah strip tepat di bawah Persebaya.

Sukses Piala 2019 keduanya bisa menjadi ancaman bagi rival. Performa mereka selama pramusim ini tentu saja menjanjikan dan mungkin terlihat gila di kompetisi yang sebenarnya. (Satu)