Menu

Dulu Tenaga Kerja Indonesia, Sekarang Zul Zivilia Musisi Tajir

Halo guys selamat datang di blog informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan membahas informasi menarik mengenai Dulu Tenaga Kerja Indonesia, Sekarang Zul Zivilia Musisi Tajir. Teman-teman jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

Anda benar-benar bisa menghafal lagu Aishiteru dari Zilvia Band. Namun yang jelas tidak banyak yang tahu bahwa lagu tersebut adalah curhatan pribadi yang pernah bekerja sebagai TKI Indonesia. Ya, kita akan bicara tentang Zulkifli Zilvia alias Zul, sang vokalis.

Band ini adalah band pembuka Masiv. Selain Dasi, Zilvia juga bisa dibuat tindakan pembukaan untuk Naff selama konser mereka di Jepang. Sekarang, Zilvia berada di bawah naungan Nagaswara Record, salah satu label rekaman paling terkenal di Indonesia.

Bisa dibilang bahwa kisah perjalanan karier mantan pekerja Indonesia agak memilukan. Banyak masalah yang Zul jalani sebagai pahlawan asing.

Penasaran dengan perjalanannya menuju kesuksesan? Mari kita simak kisahnya di sini.

1. Lulusan sekolah menengah atas tetapi tidak lulus dalam musik

Pendidikan Zul sebenarnya tidak rendah. Dia adalah lulusan sekolah menengah. Dia memiliki ambisi untuk menjadi lulusan seni dan mengeksplorasi musik hingga jatuh tempo. Zul juga lulus dalam bidang seni.

Namun karena masalah biaya, Zul tidak dapat melanjutkan studinya hingga lulus S1. Dia terpaksa berbelok untuk menjadi pekerja baja di luar negeri.

Sebagai seorang pekerja, Zul telah menjalani program pelatihan khusus untuk pekerja Indonesia. Jadi dia tidak hanya lalai dan serius dengan profesi barunya.

2. Menjadi pekerja Indonesia karena Anda ingin melihat orang tua pergi ke haji

Motivasi yang kuat di balik pria 1981 ini yang memutuskan untuk menjadi pekerja migran. Beberapa dari mereka ingin membeli rumah dan menyaksikan orang tua mereka pergi berziarah ke Tanah Suci.

Zul juga sangat terinspirasi oleh kisah sukses para pekerja migran Indonesia yang memiliki pendapatan besar. Dari sana dia akhirnya pergi ke Pusat Pelatihan Kerja (BLK), dan memulai karirnya sebagai pekerja migran.

Akhirnya, Zul mendapat kesempatan untuk pergi ke Sakura pada tahun 2002.

Baca Juga  Jalan di Daerahmu Rusak? Pemerintah Setempat Bisa Dituntut Jika Tak Kunjung Memperbaiki - Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral

3. Hidup dengan gaji kecil selama tiga tahun

Selama tiga tahun bekerja di Jepang, Zul tidak akan menerima gaji sesuai dengan harapan. Ini membuatnya malu untuk pulang.

Kabarnya, Zul akhirnya memutuskan untuk memperpanjang masa tinggalnya di Jepang secara ilegal. Tapi untungnya, dia bahkan bisa menggunakan bakatnya untuk menghasilkan uang di sana.

Salah satu bakatnya, terutama jika dia tidak bernyanyi. Dia juga pandai mengatur lagu. Zul juga bisa memainkan alat musik seperti synth dan gitar.

Dari sana ia mulai menerima tawaran untuk bermain musik di Kedutaan Besar Indonesia di Jepang. Akhirnya, impian Zul untuk menjadi seorang musisi dapat diwujudkan secara perlahan meskipun ia harus terlebih dahulu menjadi pekerja Indonesia.

4. Populer karena Aishiteru

Lagu Aishiteru sebenarnya berisi Zul selama dia adalah pekerja Indonesia di Jepang. Tapi lagu itu adalah salah satu sumber kesuksesan Band Zivilia.

Pada saat itu, band Naff bermain di Jepang dan tampil di Kedutaan Besar Indonesia. Karena Zul naik panggung sebagai band pembuka, ia memainkan lagu Aishiteru.

Tanpa disadari, lagu itu cukup menghipnotis mantan penyanyi Naff, Ady. Ady segera memberi tahu Zul bahwa lagu ini akan populer jika dia muncul di Indonesia.

Awalnya Zul ragu-ragu. Sudah ada larangan bahkan dari istrinya. Istrinya berpikir bahwa berkelahi adalah keberuntungan. Jika tidak berhasil, tidak ada uang, itu berbeda dari pekerjaan.

Namun pada kenyataannya Ady berhasil meyakinkan Zul untuk kembali ke tanah kelahirannya, dan mampir ke studionya di Bandung. Pada 2007, Zul secara resmi kembali ke Indonesia untuk memulai karier sebagai musisi.

5. Buat band bernama Zipfhilia

Bersama dengan rekannya, Idham, Zul membentuk band bernama Zipfhilia. Mereka juga merilis demo rekaman di Kota Kembang dan merekam ulang demo di Yogyakarta hingga mereka merilis album di Kendari.

Nama Zipfhilia diambil oleh Filia, istri Zul. Tetapi ketika mereka memasuki Nagaswara, nama band disederhanakan dengan nama Zivilia.

Ini adalah risiko menjadi pemain band yang merupakan label penting. Terkadang kita tidak dapat memilih nama band seperti yang kita inginkan. Produser rekaman memiliki andil besar dalam bisnis nama band mereka. Berbeda dengan band indie.

Tetapi bagi orang-orang di band, bisa bergabung dengan label besar jelas merupakan prestasi tersendiri. Meski sering dicap sebagai market band, tawaran konsernya tidak kecil. Meski begitu, gajinya juga besar.

6. Saya tidak pernah merasa dibajak

Musisi mana di Indonesia yang belum pernah memainkan lagu yang dibajak itu? Zivilia merasakan pahitnya pengalaman itu. Apalagi ketika saya masih di label Indie.

Jadi manajer Zilvilia mengatakan bahwa band ini benar-benar pelopor dari awal. Satu-satunya hal adalah dia bukan musisi yang berpengalaman, tetapi mantan pekerja Indonesia.

Tetapi mereka memiliki semangat juang yang tinggi dalam bermusik. Perjuangan Zul dan Idham benar-benar layak dihargai.

7. Dia keliru karena plagiarisme tetapi masih dituntut

Selain dibajak, anggota geng Zul dan Zivilia dituduh melakukan plagiarisme melalui lagu-lagu Aishiterunya. Menurut rumor, mereka meniru lagu Soba Ni Iru Ne yang dinyanyikan oleh Thelma Aoyama.

Meski begitu, lagu tersebut tetap dibutuhkan di masyarakat Indonesia. Sudah ada 20.000 orang yang telah mengunduh lagu ini untuk digunakan sebagai Nada Dering (RBT) sepanjang 2010 hingga 2011. Apakah Anda bukan salah satu dari mereka?

8. Aishiteru 2

Tidak cukup dengan Aishiteru doang, mantan pekerja Indonesia kemudian mengerjakan lagu Aishiteru 2. Selain musik, liriknya juga berbeda.

Aishiteru pertama mengatakan untuk menunggu kisah cinta panjang Zul. Sedangkan yang kedua adalah kegagalan terakhir dalam harapan akan cinta.

Tidak disangka, lagu ini juga meledak, bahkan memenangkan hadiah Permintaan lagu terbaik di SmarThone-NMA Awards 2012 di Hong Kong.

Lagu ini juga diberikan pada Singapore Planet Muzik Award 2012 untuk kategori tersebut Radio hit tahun ini.

Klip video dari lagu tersebut juga sering terlihat di Youtube, sehingga menjadi tren terbaik.

Ini adalah perjalanan mantan pekerja Indonesia untuk menjadi musisi yang sukses dan sukses.

Tentu saja, Zul, yang telah menjadi selebriti, tidak pernah lolos dari kontroversi. Tidak sedikit laporan negatif muncul di media dan diblokir Zul. Belum lagi semakin banyaknya musuh.

Tapi setidaknya, perjuangan Zul untuk menjadi seorang musisi patut diacungi jempol. Kisah Zul tentu dapat mengingatkan Anda bahwa ada jalan tak terduga yang harus Anda lintasi untuk mencapai impian Anda.

Zul gagal belajar dan harus menjadi pekerja Indonesia, tetapi pengalaman kerjanya membuatnya menjadi musisi terkenal.

Baca Juga  10 Bahan Beracun Dalam Produk Sehari-hari Yang Jarang Disadari

Gimana bro? kami berharap mas bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.