Menu

Demokrasi dan Konsep Demokrasi

Demokrasi

(Pengertian demokrasi) Beberapa konsep mengenai demokrasi. Kita mengenal bermacam macam istilah demokrasi. Ada yang dinamakan demokrasi konstitusionil, demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila, demokrasi rakyat, demokrasi soviet, demokrasi nasional dan sebagainya, Semua berarti “rakyat berkuasa” atau “goverment or rule by the people”. Demokrasi berasal dari rakyat, kratos berarti kekuasaan/berkuasa.
Sesudah perang dunia II kita melihat gejala bahwa secara formil demokrasi merupakan dasar dari kebanyakan negara di Dunia. Menurut suatu penelitian yang diselenggarakan oleh UNESCO dalam tahun 1949 maka “Mungkin untuk pertama kali dalam sejarah demokrai dinyatakan sebagai nama yang paling baik dan wajar untuk semua sistem organisasi politik dan sosial yang diperjuangkan oleh pendukung-pendukung yang berpengaruh”.

Akan tetapi UNESCO juga menarik kesimpulan bahwa ide demokrasi dianggap ambiguous atau mempunyai arti-dua sekurang-kurangnya ada ambiguity ata ketaktentuan “mengenai lembaga lembaga atau cara cara yang dipakai untuk melaksanakan mempengaruhi istilah, ide, dan praktek demokrasi”. 
Tetapi di antara sekian banyak aliran pikiran yang dinamakan demokrasi ada dua kelompok aliran yang paling penting, yaitu demokrasi konstitusionil dan satu kelompok aliran yang menamakan dirinya “demokrasi”, tetapi yang ada pada hakikatnya mendasarkan dirinya atas komunisme. Kedua kelompok aliran demokrasi mula mula berasal dari Eropa, tetapi sesudah Perang Dunia II nampaknya juga didukung oleh beberapa negara baru di Asia, India, Pakistan, Filipina, dan Indonesia mencita-cintakan demokrasi konstitusionil, sekalipun terdapat bermacam-macam bentuk pemerintahan maupun gaya hidup dalam negara-negara tersebut. Di lain piha ada negara-negara baru di Asia yang mendasarkan diri atas asas-asas komunisme, yaitu RRC, Korea Utara, dan sebagainya.
Demokrasi yang dianut di Indonesia, yaitu demokrasi berdasarkan Pancasila, masih dalam taraf perkembangannya dan mengenai sifat-sifat dan ciri-cirinya terdapat berbagai tafsiran serta pandangan. Tetapi yang tidak dapat disangkal ialah bahwa beberapa nilai pokok dari demokrasi konstitusionil cukup jelas tersirat di dalam Undang Undang Dasar 1945. Selain dari itu Undang Undang Dasar kita menyebut secara eksplisit dua prinsip yang menjiwai naskah itu, dan yang dicantumkan dalam penjelasan mengenai sistem pemerintahan negara yaitu:
1. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum (Rechts-staat). Negara Indonesia berdasarkan atas hukum (rechts-staat), tidak berdasarkan kekuasaan belaka (Machtsstaat).
2. Sistem Konstitusionil
Iklan oleh google
Baca Juga  Pengertian Manajemen dan Fungsi Manajemen

Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi (Hukum dasar), tidak bersifat absolutisme (Kekuasaan yang tidak terbatas). Berdasarkan dua istilah “Rechtsstaat” dan sistem konstitusi, maka jelaslah bahwa demokrasi yang menjadi dasar dari Undang Undang Dasar 1945, ialah demokrasi konstitusionil. Disampingi itu corak khas demokrasi Indonesia, yaitu “kerakyataan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan”, dimuat dalam Pembukaan Undang Undang Dasar.

Demokrasi Konstitusionil

Ciri khas dari demokrasi konstitusionil ialah gagasan bahwa pemerintah yang demokratis adalah pemerintah yang terbatas kekuasaanya dan tidak dibenarkan bertindak sewenang-wenang terhadap warga negaranya. Pembatasan-pembatasan atas kekuasaan pemerintah tercantum dalam konstuti; maka dari itu sering disebut “Pemerintah berdasarkan konstitusi”.
Gagasan bahwa kekuasaan pemerintah perlu dibatasi pernah dirumuskan oleh seorang ahli sejarah Inggris, Lord Acton, dengan mengingat bahwa pemerintahan selalu diselenggarakan oleh manusia dan bahwa ada manusia itu tanpa kecuali melekat banyak kelemahan. Dalilnya yang kemudian menjadi termashur, bunyinya sebagai berikut: “Power tends to corrupt, but absolute power corrupt absolutely” (Manusia yang mempunyai kekuasaan cenderung untuk menyalahgunakan kekuasaan itu, tetapi manusia yang mempunyai kekuasaan tak terbatas pasti akan menyalahgunakannya).
Pada waktu demokrasi konstitusionil muncul sebagai suatu program dan sistem politik yang konkrit, yaitu pada akhir abad ke-19, dianggap bahwa pembatasan atas kekuasaan negara sebaiknya diselenggarakan dengan suatu konstitusi tertulis, yang dengan tegas menjamin hak-hak asasi dari warga negara. Di samping itu kekuasaan dibagi sedemikian rupa sehingga kesempatan penyalahgunaan diperkecil, yaitu dengan cara menyerahkannya kepada beberapa orang atau badan dan tidak memusatkan kekuasaan pemerintahan dalam tangan satu orang atau satu badan. Perumusan Yuridis dari prinsip-prinsip ini terkenal dengan istilah Rechtsstaat (Negara Hukum) dan Rule of Law.
Biarpun demokrasi baru pada akhir abad ke-19 mencapai wujud yang konkrit, tetapi dia sebenarnya sudah mulai berkembang di Eropa Barat dalam abad ke-15 dan ke-16. Maka dari itu wajah dari demokrasi abad ke-19 menonjolkan beberapa asas yang dengan susah payah telah dimenangkannya, seperti misalnya kebebasan manusia terhadap segala bentuk kekangan dan kekuasaan sewenang-wenang baik di bidang agama, maupun di bidang pemikiran serta di bidang politik. Jaminan terhadap hak-hak asasi manusia dianggap paling penting. Dalam rangka ini negara hanya dapat dilihat manfaatnya sebagai Penjaga Malam, yang hanya dibenarkan campur tangan dalam kehidupan rakyatnya dalam batas-batas yang sangat sempat.
Tetapi demokrasi tidak merupakan sesuatu yang statis, dalam abad ke-20, terutama sesudah Perang Dunia II negara demokratis telah melepaskan pandangan bahwa peranan negara hanya terbatas pada mengurus kepentingan bersama. Sekarang dianggap bahwa negara turut bertanggungjawab atas kesejahteraan rakyat dan karena itu harus aktif berusaha untuk menaikkan taraf kehidupan warga negaranya. Gagasan ini dituang dalam konsep mengenai Welfare State (Negara Kesejahteraan) atau Social diri pada aspek politik saja seperti dalam abad ke-19, tetapi meluas mencakup demokrasi ekonomis. Perkembangan ini telah terjadi secara pragmatis sebagai hasil dari usaha mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam abad-ke20. Lagipula perkembangan ini telah terlaksana secara evolusioner.
Sekian ulasan sedikit tentang konsep demokrasi.
Baca juga tentang pengertian demokrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.