by

Dana 28,8 Triliun Cair Kepada Jutaan Pelaku UMKM, Ini Update Banpres BPUM 2021 dan Bank Penyalur

INFORMASIANA- Bantuan permodalan menjadi salah satu yang diharapkan masyarakat terutama bagi mereka yang bisnisnya tengah lesu imbas pandemi Covid-19.

Sejak awal tahun ini sendiri pemerintah pusat gencar mengucurkan bantuan sosial tunai dimana salah satunya dialokasikan untuk permodalan pelaku UMKM.

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) telah menyalurkan bantuan sebesar Rp28,8 triliun kepada 12 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia dan sudah terealisasi dengan lancar.

Dalam penyalurannya BLT UMKM ini sudah memasuki tahapan akhir yang diterima secara langsung oleh para pelaku usaha hingga bulan Desember ini.

Penyaluran Banpres Produktif usaha mikro (BPUM) untuk membantu pelaku usaha mikro sejak Agustus – Desember 2020 dilakukan secara penuh kehati-hatian sehingga akuntabel transparan dan tepat sasaran.

Seluruh proses dari pendataan hingga pencairan diawasi berlapis oleh banyak pihak tidak hanya kemenkopUKM sebagai kuasa pengguna anggaran, namun juga Kemendagri, Kemenkeu, OJK dan Bank Penyalur. Dalam proses pendataan dan kriteria calon juga turut dibantu BPKP dan di monitor KPK.

Masyarakat juga diajak untuk melaporkan jika memang ada keganjalan atau indikasi penyalahgunaan ke saluran pengaduan yang telah disiapkan baik melalui kelompok kerja di daerah maupun call center nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM memastikan penyaluran bantuan ini akuntabel dan sangat mengedepankan kehati – hatian dari mulai proses pendataan sampai pencairannya.

Selain itu, rencanya Bantuan Presiden Produktif roduktif akan di perpanjang sampai 2021. Hal ini juga di ungkapkan oleh Kementerian Koperesi Dan UKM yang memastikan bahwa program ini akan dilanjutkan karena presiden juga menyampaikan bahwa sektor UMKM masih terpukul akibat Pandemi covid 19.

Program BLT UMKM ini memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian para pelaku usaha yang tengah dihadapkan dengan situasi sulit karena Pandemi covid 19.

“ Insya Allah tahun depan akan dilanjutkan. Karena presiden sudah instruksikan, sektor UKM masih berat terutama di mikro,” tutur Teten Menkopukm.

Teten  juga mengaku telah mengajukan kepada DPR, supaya anggaran bantuan ini bisa ditambah Rp48 triliun bagi 20 juta pelaku usaha mikro.

Untuk bantuan permodalan usaha masyarakat sendiri, pemerintah tak hanya menggelontorkan banpres BPUM yang dicairkan bank BRI tapi juga bantuan modal RP3,5 juta yang menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial untuk masyarakat golongan KPM PKH.

News Feed