Info Terbaru

+9 Contoh Latar Belakang Yang Benar Menurut Aturan Karya Tulis

Contoh Latar Belakang | Untuk kalian para mahasiswa atau pelajar yang pernah diberikan tugas oleh dosen atau guru dalam membuat karya tulis, skripsi, makalah dan proposal pasti pertama kalinya merasa kesulitan untuk melakukan pembuatan latar belakang makalah atau karya tulis ilmiah yang lainnya. Latar belakang masalah atau biasa disebut latar belakang penelitian itu berisi tentang permasalahan penelitian dan mengapa masalah tersebut butuh dibahas dan diteliti.

Latar belakang adalah titik tolak atau dasar untuk memberikan suatu kemudahan kepada para pendengar atau pembaca dalam memahami isi dari latar belakang permasalahan yang ingin kita akan bahas, dituangkan, dan disampaikan dalam bentuk makalah. Adapun latar belakang yang baik mesti disusun dan sejelas mungkin, kalimat atau kata-kata yang sangat mudah dimengerti dan kalau perlu disertai dengan fakta atau data yang mendukung

Beberapa hal yang terkandung dalam latar belakang yaitu:

1. Kondisi ideal yang mencakup kondisi yang diinginkan atau diharapkan terjadi. Kondisi ideal ini biasa tertuang dalam visi dan misi yang memang ingin diraih.

2. Kondisi aktual adalah kondisi yang terjadi sekarang ini. Biasanya bercerita tentang perbedaan situasi antara kondisi sekarang ini dengan kondisi yang diinginkan.

3. Solusi adalah saran singkat atau penawaran penyelesaian terhadap permasalahan yang dialami sebelum beralih pada pokok pembahasannya.

Selain daripada itu, latar belakang bisa juga memiliki makna perbandingan dan penyempurnaan atas tulisan tentang topik yang sebelumnya.

Cara Membuat Latar Belakang dan Contohnya

contoh latar belakang

cara Membuat Latar Belakang

Latar Belakang adalah kumpulan informasi yang tersusun secara sistematis dimana berhubungan dengan masalah menarik yang diteliti. Kemudian memiliki beberapa alasan rasional dan esensial tentang alasan penulis tertarik dalam melakukan peneliatian berdasarkan referensi, data dan hasil penelitian yang sebelumnya.

Selain daripada itu juga menjelaskan tentang kompleksitas masalah kalau dibiarkan akan memiliki dampak yang menggangu, menyulitkan dan bahkan sampai mengecam.

Adapun beberapa langkah-langkah atau cara membuat latar belakang makalah, skripsi, proposal dan karya tulis ilmiah maka bisa kita lihat sebagai berikut:

– Awal paragraf kamu dapat menulis mengenai gambaran umum tentang permasalahan yang akan dijadikan sebagai subjek penelitian. Buatlah seperti model piramid terbalik yaitu membahas tentang gambaran umum permasalahan hingga mengerucut dan berfokus pada masalah inti yang akan kita teliti.

– Pada bagian tengah kamu dapat menulis mengenai data-data dan fakta atau bisa juga penjelasan para ahli yang berhubungan dengan pengaruh negatif dari permasalahan kalau tidak segera diatasi. Kemudian lebih bagus lagi kalau kamu dapat menemukan data berdasarkan penelitian sebelumnya.

– Pada bagian terakhir, latar belakang memiliki solusi dalam mengatasi permasalahan. Solusi dari permasalahan yang diteliti inilah nantinya akan dapat kita jadikan sebagai judul makalah, karya tulis atau skripsi.

Contoh Latar belakang Makalah, Skripsi, proposal dan karya tulis ilmiah

Di bawah ini terdapat beberapa contoh latar belakang yang bisa anda jadikan acuan dalam membuat latar belakang. Contoh latar belakang tersebut terdiri atas makalah, skripsi, proposal dan karya tulis ilmiah. Dari contoh latar belakang tersebut akan memberikan anda petunjuk bagaimana cara membuat latar belakang yang benar sesuai dengan aturan penulisan karya tulis. Akan tetapi bagi anda yang masih kurang mengerti dengan contoh latar belakang yang ada di bawah ini maka anda bisa menghubungki kami jika anda membutuhkan penjelasan yang lebih sederhana.

Contoh Latar Belakang Makalah

Judul: Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah.

Latar Belakang

Ilmu pengetahuan senantiasa berkembang dan terus mengalami kemajuan yang begitu pesat. Sesuai dengan perkembangan zaman dan berfikir manusia, bangsa Indonesia sebagai salah satu negara yang berkembang tidak akan dapat mengalami kemajuan selama masih belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa bisa mengalami peningkatkan kalau ditunjang oleh adanya sistem pendidikan yang mapan. Dengan ada sistem pendidikan yang mapan maka bisa memungkinkan kita untuk berfikir kreatif, krits dan produktif.

Dalam Undang-undang 1945 dijelaskan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat cerdas. Untuk bisa mencapai bangsa yang cerdas maka mesti membuat masyarakat bisa belajar. Masyarakat belajar bisa berbentuk kalau mempunyai keterampilan dan kemampuan mendengar serta minat baca yang besar. Kalau membaca sudah menjadi kebiasaan dan membudaya dalam jiwa masyrakat maka sudah jelas buku tidak bisa terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan keperluan pokok yang mesti terpenuhi.

Dunia Pendidikan, buku telah terbukti bermanfaat dan berguna sebagai salah satu sarana komunikasi dan pendidikan. Dalam hal ini, perpustakaan dan pelayanan perpustakaan mesti dikembangkan sebagai salah satu sarana atau instalasi untuk mewujudkan tujuan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa karena perpustakaan merupakan bagian yang penting dan sangat besar pengaruhnya terhadap nilai mutu pendidikan.

Judul makalah ini dipilih karena sangat menarik perhatian penulis untuk kita cermati dan mesti mendapat dukungan dari segala pihak yang memang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Contoh Latar Belakang Makalah

Perencanaan pembelajaran

Latar Belakang

Kegiatan pembelajaran termasuk sebuah kegiatan yang sangat dibutuhkan oleh setiap individu. Dengan melakukan sebuah kegiatan pembelajaran tersebut maka setiap individu akan bisa berkembang secara baik. Saat kita berbicara tentang kegiatan pembelajaran maka kita mungkin akan secara langsung berfokus pada kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung di sekolah. Nah, kira-kira bagaimanakah kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut bisa berjalan secara efisien dan efektif??

Baca Juga  Sejarah Sepak Bola dan Pengertian Sepak Bola Lengkap

Tentunya untuk bisa mendapatkan sebuah kegiatan pembelajaran yang efektif maka membutuhkan banyak komponen yang mesti diperhatikan. Terdapat beberapa diantaranya yaitu tenaga pendidik, para peserta didik, materi pembelajaran, strategi pembelajaran dan perencanaan kegiatan pembelajaran serta media pembelajaran. Komponen yang sudah sebutkan itu masing-masing mesti bisa kita gunakan secara maksimal supaya proses kegiatan pembelajarannya berlangsung efektif.

Salah satu elemen yang terpenting dalam sebuah kegiatan pembelajaran yaitu adanya suatu perencanaan pembelajaran yang baik. Selama ini saat kita melihat pada kondisi kenyataan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maka mungkin yang memenuhi benak kita yaitu kekuranganmatangan perencanaan kegiatan pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya mengakibatkan sebuah kegiatan pembelajaran bisa berlangsung tidak efektif. Dan akhirnya para peserta didik kurang bisa maksimal ketika mengalami proses kegiatan pembelajaran di tempat tersebut.

Berdasarkan contoh kasus itulah maka sangat dibutuhkan sebuah perencanaan pembelajaran yang baik dan matang supaya sebuah kegiatan pembelajaran bisa berlangsung secara maksimal. Dan hal ini bukan hanya butuh untuk kita perhatikan oleh seorang yang bergerak dalam bidang pendidikan saja. Akan tetapi juga mencakup semua elemen yang terlibat dalam sebuah kegiatan pembelajaran tersebut.

Kalau perencanaan kegiatan pembelajaran tersebut bisa berjalan secara baik dan menghasilkan sebuah perencanaan pembelajaran yang memang benar-benar matang. Maka akan banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh darinya. Yang pertama yaitu semakin mudahnya para tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada para peserta didiknya karena apa yang akan dilakukan oleh tenaga pendidik dalam sebuah kegiatan pembelajaran yang sudah terencana secara teratur dan jelas. Kemudian juga kepada para peserta didik yang akan lebih mudah memahami kronologis kegiatan pembelajaran yang berlangsung sehingga pencapaian target pembelajaran pun bisa kita ukur.

Contoh Latar Belakang Skripsi

Latar Belakang

Pendidikan adalah kunci untuk semua perkembangan dan kemajuan yang berkualitas karena dengan pendidikan maka manusia bisa mewujudkan dan mengaktualkan potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Oleh sebab itulah, dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multi kompetensi manusia mesti melewati proses pendidikan yang diterapkan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, proses pembelajaran hendaknya dapat mengembangkan kemampuan dan membentuk watak manusia sehingga hadir pendidikan yang berkualitas.

Pembelajaran adalah suatu proses yang dapat membuat orang menjadi belajaar. Pada setiap proses pembelajaran tersebut, peranan guru sebagai pendidik bertugas dalam membantu peserta didik supaya bisa belajar secara mudah dan baik. Disamping itu, siswa sebagai peserta didik berusaha dalam mencari informasi, mengemukakan pendapat dan memecahkan masalah. Inti dari proses pendidikan yaitu proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Dengan demikian, perbaikan mutu pendidikan mesti dimulai dengan meningkatkan dan menata mutu pembelajaran di kelas.

Proses pembelajaran yang berkualitas bisa tercipta kalau siswa dan guru memiliki peran aktif di dalamnya. Guru dan siswa berinteraksi dalam suatu kegiatan yang biasa disebut dengan pembelajaran dan berlangsung dalam proses pembelajaran. Upaya mewujudkan proses pembelajaran yang efisien dan efektif maka pengajar hendaknya bisa mewujudkan perilaku mengajar secara tepat supaya bisa mewujudkan perilaku belajar siswa lewat interaksi pembelajaran yang efektif dalam proses pembelajaran yang kondusif. Oleh karena itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh guru yaitu merencanakan dan menggunakan model pembelajaran yang bisa mengondisikan siswa supaya belajar secara aktif. salah satu model pembelajaran yang bisa mengaktifkan siswa yaitu model pembelajaran PAKEM atau Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.

Model PAKEM adalah salah satu dari sekian banyak model pembelajaran aktif (Active Learning) yang telah dikembangkan pada tahun 1999 sampai sekarang di Indonesia. Awal mula istilah PAKEM itu muncul dari istilah AJEL atau Active Joyful an Effective Learning. Untuk pertama kalinya, di Indonesia tahun 1999 dikenal dengan peristilahan PEAM atau Pembelajaran efektif, aktif dan menyenangkan. Akan tetapi seiring perkembangan program MBS atau Manajemen berbasis sekolah di Indonesia tahun 2002 maka istilah PEAM diganti menjadi PAKEM dengan memiliki akronim Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.

Seiring dengan berjalannya waktu dan tuntutan dalam dunia pendidikan maka model PAKEM ini mulai dikembangkan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) supaya proses pembelajaran bisa semakin maju, lebih efisien dan efektif sehingga tujuan dalam pembelajaran bisa tercapai secara baik. Pada dasarnya peran TIK atau Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam PAKEM itu berfungsi sebagai media yang digunakan untuk bisa membantu proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran tersebut, guru memakai perangkat laptop atau personal computer, proyektor, internet dan software media presentasi.

Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan serta memanfaatkan perangkat TIK dalam pembelajaran sudah ditegaskan oleh pemerintah lewat peraturan Menteri Pendidikan Nasional no. 78 tahun 2009 mengenai Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam Bab II. Standar penyelenggaraan, bagian ketiga tentang standar penyelenggaraan, dalam pasal 5 ayat 2 menjelaskan bahwa “Proses pembelajaran sebagaimana di maksut ayat (1) menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan kontekstual”. Sejalan dengan adanya peraturan tersebut maka siswa dituntut untuk bisa aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran dan guru sebagai fasilitator dan motivator untuk bisa menciptakan kondisi yang menyenangkan dan efektif.

Baca Juga  Pengertian seni menurut para ahli

Berdasarkan hasil pengamatan di kelas X TKJ di SMK xxxxxxx maka didapatkan gambaran kondisi mengenai siswa ketika terjadi proses pembelajaran berlangsung, terkhusus untuk mata pelajaran produktif TKJ. Setelah melakukan pengamatan atau observasi di setiap kelas X TKJ, ternyata pada kelas X TKJ X ditemukan fakta bahwa dalam proses pembelajaran, guru sudah memakai model pembelajaran aktif dengan pemakaian metode ceramah dan tanya jawab. Akan tetapi selama proses pembelajaran tersebut berlangsung terutama pada saat tanya jawab, telah diamati hanya beberapa siswa yang aktif. Sedangkan siswa yang lain itu sibuk dengan kegiatannya masing-masing yang tak ada hubungannya dengan materi yang diajarkan. Saat diberikan kesempatan untuk bertanya, siswa hanya berbisik-bisik dengan temannya, bahkan sebagian besar hanya diam saja. Sedangkan ketika diberi kesempatan untuk menjawab, siswa akan menjawab secara serentak dan seorang siswa akan menjawab suatu pertanyaan kalau ditunjuk secara langsung oleh guru. Siswa tidak memiliki keberanian untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Berdasarkan hasil wawancara ditemukan ada faktor yang menyebabkan siswa kurang perhatian dalam menyampaikan materi yaitu metode pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran tidak bervariasi dan tak efektif sehingga memunculkan kejenuhan siswa dan pemahamannya menjadi kurang maksimal dan optimal.

Melihat permasalahan yang terdapat pada kelas X TKJ X di SMK xxxxx, maka penelitian ini beruasaha menyajikan solusi untuk bisa meningkatkan hasil belajar dengan cara menerapkan model PAKEM berbasis TIK dalam setiap proses pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran tersebut diharapkan bisa meningkatkan hasil belajar siswa pada setiap mata pelajaran produktif TKJ karena di dalam prosesnya model PAKEM tidak hanya bisa membuat siswa menjadi aktif. Akan tetapi model ini juga bisa mengoptimalkan kreativitas yang terdapat pada diri siswa. Sedangkan guru dalam PAKEM itu diwajibkan bisa mengaktifkan siswa dan mengoptimalkan daya kreativitas lewat pemakaian metode dan media pembelajaran bervariasi sehingga dapat tercipta proses pembelajaran menyenangkan dan efektif.

Berdasarkan uraian di atas maka mesti dilakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul: “Penerapan Moddel PAKEM Berbasis TIK terhadap Peningkattan Hasil Belajar Produktif TKJ siswa kelas X TKKJ X di SMK xxxx.

Contoh Latar Belakang Skripsi

Pendidikan adalah cara untuk bisa mencerdaskan bangsa seperti tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alinea ke-4 dan ingin mencapai tujuan pendidikan nasional. Perkembangan jaman sekarang ini menuntut adanya sumber daya manusia yang memiliki kualitas sehingga bisa bersaing dengan negara lainnya yang sudah maju. Pendidikan memiliki peranan yang tergolong sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan yang berkualitas akan memiliki pengaruh terhadap kemajuan di segala bidang. Disamping itu, mengusahakan pendidikan yang berkualitas maka pemerintah mesti melakukan pemerataan pendidikan dasar untuk setiap warga negara Indonesia supaya bisa berperan serta dalam memajukan kehidupan bangsa.

Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak seperti peradaban bangsa yang bermartabat sebagai rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan potensi peserta didik supaya bisa menjadi manusia yang bertaqwa dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berilmu, sehat, cakap, mandiri, kreatif, berakhlak mulia dan menjadi warga negara yang bertanggungjawab dan demokratis.

Demikian juga halnya dengan dunia pendidikan yang memiliki banyak persaingaan siswa dalam belajar. Hal tersebut muncul karena para siswa menginginkan prestasi belajar yang lebih bagus dan baik dari teman-temannya. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang sudah dicapai siswa selama mengikuti pelajaran di periode tertentu dalam suatu lembaga pendidikan dimana hasilnya dinyatakan dalam bentuk simbol atau angka lainnya.

Prestasi belajar akuntansi adalah suatu kemampuan siswa dalam menguasai pengetahuan akuntansi, ketrampilan, sikap, baik mempelajari, memahami dan bisa mengerjakan atau menjawwab pertanyaan yang berkaitan dengan akuntansi berupa nilai atau angka yang telah diberikan oleh gurunya.

Prestasi belajar akuntansi yang sudah diperoleh siswa bisa diukur secara langsung lewat test dan bisa dihitung hasilnya. Prestasi belajar akuntansi tidak hanya menyajikan informasi tentang kemajuan siswa umum mengenai kemajuan kegiatan pendidikan di sekolah dalam mata pelajaran Akuntansi.

Dalam proses kegiatan belajar mengajar akuntansi kelas XI SMA XXXXX mengalami permasalahan dalam belajar dimana berakibat pada rendahnya prestasi belajar akuntansi. Meskipun tidak semua siswa akan mengalami hal tersebut, karena pada setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Untuk bisa meningkatkan prestasi belajar akuntansi yang sesuai dengan harapan maka pihak Sekolah sudah mengupayakan berbagai usaha. Pihak sekolah sudah berusaha meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Hal tersebut dilakukan dengan cara meningkatkan kemampuan akademis guru, kemampuan manajerial, kemampuan memberikan materi dan kemampuan berorientasi kepada siswa. Akan tetapi terkadang prestasi belajar akuntansi yang dicapai tersebut masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Untuk dapat mengetahui hal tersebut maka mesti ditelusuri beberapa faktor yang bisa mempengaruhi prestasi belajar akuntansi.

Prestasi belajar akuntansi akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang mempengeruhi prestasi belajar akuntansi secara umum bisa kita kategorikan menjadi dua yakni: Pertama, faktor internal atau berasal dari dalam kedirian siswa mencakup faktor psikologis dan jasmani. Faktor jasmani terdiri atas cacat tubuh dan kesehatan. Sedangkan untuk faktor psikologis terdiri atas perhatian, motivasi, bakat, minat, kelelahan, kematangan dan intelegensi. Kedua, faktor eksternal atau faktor yang berasal dari luar kedirian siswa, seperti faktor keluarga yang mencakup sosial ekonomi, faktor sekolah, faktor masyarakat dan cara orang tua mendidik.

Baca Juga  Sejarah Pemberontakan Pasca Kemerdekaan RI

Siswa sebagai faktor utama dalam kegiatan proses belajar di sekolah. Masing-masisng siswa memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan yang lainnya, sehingga dapat akan menyebabkan perbedaan dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Beberapa faktor tersebut menyebabkan munculnya siswa yang mempunyai prestasi belajar, rendah atau sedang. Demikian pula, pada SMA negeri xxxxx, prestasi belajar akuntansi yang dimiliki oleh siswa kelas XI jurusan IPS juga berbeda-beda. Adapun salah satu faktor yang diduga memiliki pengaruh besar yakni status sosial ekonomi. Status sosial ekonomi orang tua memiliki peran penting dalam menyupport prestasi belajar akuntannsi siswa. Menurut Dimyati Mahmud (1998:101), “Status Sosial ekonomi orang tua mencakup tingkat pendapatan, tingkat penghasilan, jabatan orang tua, jenis pekerjaan, fasilitas khusus dan beberapa barang berharga yang terdapat di rumah seperti almari es, tv, radio dan lain-lain. Di SMA negeri xxxxxx, berdasarkan pengamatan masih terdapat siswa yang masih berasal dari kelas sosial ekonomi rendah. Hal tersebut bisa kita lihat dari pendidikan orang tuanya dan penghasilan orang tuanya. Sebagian besar pekerajaan orang tua siswa kelas XI jurusan IPS SMA negeri….. berprofesi sebagai buruh, pegawai swasta, atau petani. Siswa yang berasal dari kelas sosial ekenomi tinggi akan memperoleh fasilitas, perhatian dan sarana dalam belajarnya. Tersedianya fasilitas belajar mengajar yang memadai akan menunjang proses belajar siswa sehingga bisa memungkinkan prestasi belajar siswa menjadi tinggi. Sebaliknya siswa yang berasal dari kelas sosial ekonomi rendah, kemungkinan mengalami banyak kesulitas dalam belajar karena kurangnya dukungan material atau moral orang tua sehingga ada kecenderungan prestasi belajar anaknya menjadi rendah.

Faktor eksternal yang bisa mempengaruhi prestasi belajar akuntansi yaitu lingkungan belajar siswanya. Lingkungan belajar siswa yang baik itu bersifat fisik maupun sosial termasuk di dalamnya yakni keluarga, masyrakat, lingkungan sekolah, lingkungan alam yang memiliki peran besar dalam menunjang proses belajar di rumah. Tersedianya tempat belajar khusus, alat-alat belajar, penerangan yang cukup, suasana rumah yang tenang dan perhatian dari orang tua akan dapat memberikan pengaruh positif terhadap proses belajar siswanya. Siswa akan memiliki semangat dan tenang dalam proses belajar sehingga prestasi belajarnya menjadi tinggi.

Prestasi belajar akuntansi tak akan pernah dihasilkan oleh seseorang kalau orang tersebut tidak melakukan usaha dalam memperbaikinya. sehingga untuk bisa meningkatkan prestasi tersebut maka pihak sekolah sudah berupaya dalam berbagai hal. Akan tetapi upaya tersebut bersinggungan dengan pembagian waktu yang sudah ditetapkan untuk pelajaran akuntansi pada sekolah SMA negeri xxxx. Pada sekolah SMA Negeri XXXXXXX, untuk pembagian waktu yang sudah diberikan dalam pelajaran akuntansi kelas XI IPS sekitar 4 pelajaran pada setiap minggunya. Waktu tersebut dirasa sangat begitu kurang ketimbang dengan materi yang mesti dikuasai oleh para siswa.

Frekuensi belajar merupakan suatu hal yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, khususnya dalam setiap mata pelajaran akuntansi. Pada proses belajar-mengajar, tanpa adanya keaktifan siswa belajar maka tidak akan bisa mencapai hasil yang begitu maksimal. Seringkali ditemukan pada setiap individu yang malas belajar kalau tidak ada ulangan atau kalau tidak ada tugas dari sekola. Di samping itu, setiap individu yang kurang memiliki keinginan untuk bisa mengembangkan potensi kreatif yang terdapat dalam dirinya. Hal tersebut tampaknya terjadi pada saat kegiatan proses belajar mengajar berlangsung. Siswa kurang responsif dan efektif terhadap materi yang akan disampaikan. Kondisi semacam inilah yang menjadikan siswa menjadi lebih banyak bergantung pada pendidikan.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti merasa tertarik untuk melaksanakan penelitian berjudul “Pengaruh antara Sttatus Sosial Ekonommi orang Tua dan Lingkungan Belajar Sisswa terhadap Prestasi Bellajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri xxxxx tahun ajaran 2011/2012”.

Nah, mengacu dari contoh latar belakang yang ada diatas maka anda sudah bisa memberikan kesimpulan bahwa cara membuat latar belakang itu tidak sesulit yang dipikirkan. Kita hanya butuh mengetahui apa yang akan diteliti, bagaimana cara mewujudkan penelitian, masalah yang terjadi di penelitian dan solusi apa yang akan ditawarkan. Baca juga contoh kata pengantarcontoh teks eksposisicontoh teks eksplanasi dan contoh teks anekdot.

Demikianlah informasi tentang contoh latar belakang makalah, skripsi, karya tulis dan proposal. Mudah-mudahan informasi diatas dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang membutuhkan informasi mengenai contoh latar belakang yang baik dan benar. Kami berharap bahwa contoh latar belakang yang ada diatas memberikan pelajaran kepada anda para siswa atau mahasiswa supaya membuat latar belakang yang baik.

+9 Contoh Latar Belakang Yang Benar Menurut Aturan Karya Tulis | dr. Glenn | 4.5