Menu

Contoh Gaya: Gaya Gesekan

(Fisikanesia). Salah satu contoh gaya dalam fisika adalah gaya gesekan. Dalam membahas gerak, kita sering menganggap permukaan benda atau bidang licin. Hal itu dilakukan dalam rangka menyedehanakan permasalahan. Padahal sebenarnya, permukaan yang benar-benar licin itu tidak ada. Artinya, pada setiap dua permukaan benda yang bersentuhan selalu timbul gesekan. Secara umum, gesekan dibedakan menjadi dua macam, yaitu gesekan fluida dan gesekan kering(sering ditulis gesekan saja).

(source image: sains-ctm.blogspot.com)
Gesekan fluida terjadi pada benda yang bergerak dalam cairan atau udara. Sedangkan gesekan kering terjadi pada permukaan dua benda padat bersentuhan. Terjadinya meteor dan berhentinya ayunan merupakan bukti adanya gesekan dalam udara (fluida). Lebih sulitnya bergerak  dalam air daripada di udara menunjukkan, gesekan zat cair lebih besar daripada gesekan udara.
Pada dua buah benda yang bergesekan selalu terdapat sebuah gaya yang disebut gaya gesekan. Arah gaya gesekan berlawanan dengan arah gerak benda. Oleh karena itu, gaya gesekan juga sering disebut gaya hambat. Gaya gesekan termasuk dalam kategori gaya sentuh. Hal itu karena gaya gesekan hanya dapat timbul jika dua buah permukaan benda bersentuhan.
Jika sebuah benda diam yang berada pada suatu permukaan ditarik dengan gaya yang diperbesar sedikit demi sedikit, suatu saat benda tersebut bergerak. Hal ini menunjukkan bahwa ada gaya yang menahan benda tersebut agar tetap diam. Benda akan bergerak jika gaya tarik yang kita berikan lebih besar daripada gaya yang menahan benda tersebut. Gaya yang menahan agar benda tetap diam inilah yang disebut gaya gesekan. Besarnya gaya gesekan bergantung pada tingkat kekasaran atau kehalusan permukaan dan massa benda yang dikenai gaya. Artinya, semakin kasar permukaan, semakin besar gaya gesekan, dan semakin besar massa benda yang dikenai gaya, semakin besar gaya gesekan yang timbul.
Ketika benda diam pada suatu permukaan, gaya gesekannya nol. Jika benda dikenai gaya tetapi belum bergerak, besarnya gaya gesekan sama dengan gaya yang mengenainya. Jika benda akan tepat bergerak, artinya gaya yang mengenainya sama dengan gaya gesekan statis. Setelah benda bergerak, besar gaya gesekan sedikit berkurang. Gaya gesekan yang baru inilah yang disebut dengan gaya gesekan kinetis. Jika kita ingin mempertahakan agar benda bergerak lurus beraturan, kita harus memberi gaya sebesar gaya gesekan kinetis.
Inilah sifat-sifat khas gaya gesekan. Selain itu, ada satu lagi sifat khas gaya, yaitu gaya gesekan tidak menyebabkan benda bergerak, tetapi menghambat gerak benda. Dalam kehidupan sehari-hari, gaya gesekan ada yang bermanfaat dan ada juga yang merugikan. Silahkan anda simak manfaat dan kerugian gaya gesekan pada tulisan Gaya Gesekan: Manfaat dan Kerugiannya.
Sekian tulisan tentang Contoh Gaya: Gaya Gesekan, semoga bermanfaat.
Baca Juga  Persamaan Gerak : Kecepatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.