Menu

Clobazam: Manfaat, Dosis, Efek Samping – Info Kesehatan

Helo mas bro selamat datang di web informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan menyajikan informasi menarik tentang Clobazam: Manfaat, Dosis, Efek Samping. Anda jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

clobazam-doktersehat

INFORMASIANA – Obat untuk clobazam? Clobazam adalah jenis obat kelas benzodiazepine yang merupakan jenis obat yang memberikan efek sedatif, sehingga umumnya digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan. Clobazam juga memiliki efek antikonvulsan atau anti-kejang, sehingga merupakan salah satu obat untuk pengobatan epilepsi.

Cara kerja obat ini adalah bertindak sebagai GABA (Gamma Amino Butyric Acid) yang merupakan zat yang dapat menghambat sinyal saraf. Clobazam sebagai GABA akan meningkatkan sensitivitas minimum saraf terhadap rangsangan sehingga sinyal keluaran ke saraf terhambat dan stimulasi berlebihan yang tidak diinginkan dapat ditekan. Selain efek antikonvulsif dan efek sedatif, obat ini juga menghasilkan ansiolitik (ansiolitik), kehilangan ingatan (amniestik) dan efek relaksasi otot.

Manfaat Clobazam

Berdasarkan cara kerjanya yang dapat memberikan efek obat penenang, antikonvulsan, anti-kecemasan, amnesti dan relaksasi otot, berikut adalah beberapa manfaat Clobazam:

  • Mengatasi gangguan kecemasan berat
  • Sebagai mitra obat untuk pengobatan epilepsi
  • Manajemen kejang dialami oleh mereka yang menderita epilepsi.
Baca Juga  Nikah Muda Bisa Meningkatkan Resiko Terkena Kanker Serviks?

Dosis Clobazam

Clobazam umumnya tersedia sebagai tablet dan diproduksi oleh berbagai produsen dengan merek berbeda. Dosis yang diberikan juga bervariasi tergantung pada kondisi setiap pasien. Berikut ini adalah dosis yang disarankan Clobazam untuk kondisi tertentu:

  • Gangguan kecemasan berat
    • Dewasa: 20-40 mg, dapat diberikan satu kali sebelum tidur atau dibagi menjadi beberapa kali sehari. Dosis harian maksimum adalah 60 mg. Lakukan selama 2-4 minggu.
    • Lansia: mulai dari dosis rendah, kemudian meningkat menjadi 10-20 mg sehari.

    2. Epilepsi

    • Dewasa: dosis awal 20-30 mg per hari karenanya ditingkatkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien. Dosis harian maksimum adalah 60 mg.
    • Anak di atas 6 tahun: 5 mg diberikan sekali sehari. 0,3-1 mg per hari untuk dosis pemeliharaan. Dosis harian maksimum adalah 60 mg.
    • Lansia: mulai dari 5 mg untuk dosis awal, dosis meningkat perlahan tergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien.

    Dosis di atas adalah dosis umum yang diberikan. Dosis dapat berbeda tergantung pada kebutuhan dan penyakit yang dialami oleh pasien. Jangan mengubah dosis tanpa berdiskusi dengan dokter.

    Baca Juga  Apakah Pria Juga Harus Rutin Melakukan Cek Kanker Payudara?

    Efek samping dari Clobazam

    Seperti kebanyakan obat, clobazam juga berpotensi menyebabkan efek samping. Berikut adalah kemungkinan efek samping dari Clobazam:

    • Menyebabkan kantuk
    • Infeksi saluran pernapasan atas
    • Gangguan tidur atau susah tidur
    • Gangguan pencernaan sebagai sembelit
    • Nafsu makan menghilang
    • Mengurangi gairah seksual
    • Mual dan muntah
    • Mulut kering dan kesulitan menelan
    • Mudah lelah
    • Pusing dan pusing
    • Gerakan mata tidak normal karena kerusakan visual
    • batuk
    • gelisah

    Selain efek samping yang disebutkan di atas, efek samping lain mungkin masih terjadi. Munculnya efek samping tergantung pada kondisi pasien. Jika Anda mengalami efek samping seperti di atas atau efek samping lainnya, segera hentikan penggunaan obat ini. Jika gejala efek samping tidak membaik, hubungi dokter Anda segera untuk perawatan.

    Perhatian dan peringatan

    Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keamanan penggunaan obat ini, termasuk yang berikut:

    • Jangan gunakan obat ini pada pasien dengan hipersensitif terhadap Clobazam dan obat-obatan berbasis Benzodiazepine lainnya.
    • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang memiliki kondisi seperti psikosis, miastenia gravis, gangguan fungsi hati kronis, sindrom apnea tidur dan anak-anak di bawah usia 6 tahun.
    • Hati-hati dengan obat ini pada wanita hamil dan menyusui. Obat ini termasuk dalam kategori C untuk wanita hamil, yang berarti hanya boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar daripada risiko yang bisa terjadi.
    • Obat ini menyebabkan kantuk, sehingga dilarang menggunakannya saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
    • Jangan berhenti menggunakan obat ini tanpa membicarakannya dengan dokter karena dapat menyebabkan gejala penarikan dari obat-obatan seperti halusinasi, tremor, kecemasan dan psikosis.
    • Penggunaan obat ini bersama dengan alkohol dapat menyebabkan interaksi obat yang mengurangi efektivitas obat dan meningkatkan risiko efek samping.
    • Penggunaan obat ini dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat. Jangan lupa untuk selalu berdiskusi dengan dokter Anda tentang kondisi kesehatan dan perawatan lain yang saat ini Anda coba hindari dari interaksi obat.
    Baca Juga  Benarkah Generasi Milenial Cenderung Obesitas dan Berisiko Kanker?

    Gimana bro? Semoga guys bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.