Menu

Cerita Misteri Pasca Erupsi Merapi Yang diluar Nalar

Halo mas bro selamat datang di web informasiana.com. Kali ini kita akan menyajikan informasi menarik tentang Cerita Misteri Pasca Erupsi Merapi Yang diluar Nalar. Teman-teman jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

Tahukah Anda salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia? Ya, gunung berapi itu adalah Gunung Merapi. Gunung Merapi ini memiliki ketinggian 2.930 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, gunung berapi ini ditemukan di dua wilayah, yaitu Jawa Tengah dan Yogyakarta. Lereng Gunung Merapi di sisi selatan termasuk wilayah administrasi Kabupaten Sleman, sebuah wilayah khusus Yogyakarta. Sedangkan sisi lainnya terletak di wilayah provinsi Jawa Tengah. Di provinsi Jawa Tengah, Gunung Merapi juga dibagi menjadi tiga kabupaten. Lereng barat termasuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, sedangkan lereng sisi utara dan timur berada di dalam wilayah Kabupaten Boyolali, sedangkan sisanya adalah lereng tenggara termasuk Wilayah Klaten. Mulai dari Gunung Merapi, kisah misterius ini dimulai.

Kisah Misteri Di Balik Banjir Lahar Dingin Merapi

Setiap gunung di Indonesia harus memiliki keunikannya sendiri, termasuk kisah mistik. Apakah Anda masih ingat Misteri Gunung Merapi, salah satu judul film televisi swasta yang terkenal dengan karakternya Mak Lampir? Kira-kira inilah gambaran mitos yang berkembang di masyarakat di lereng Merapi. Gunung Merapi dikatakan benar-benar sebuah kerajaan tak terlihat yang tidak semua orang bisa melihatnya. Penduduk sekitar atau pendaki gunung di Gunung Merapi juga merupakan saksi nyata dari peristiwa yang belum memasuki dinalar.

Baca Juga  Cacar Monyet Bisa Picu Kematian, Begini Cara Cegah Penularannya

Nama kerajaan itu supranatural, pasti ada makhluk supranatural. Percaya atau tidak, mereka telah hidup di lereng Merapi sejak dahulu kala. Meskipun wilayah ini berpusat di puncak Merapi, namun sejarah misterius Gunung Merapi dapat menyebar ke orang-orang yang tinggal agak jauh dari puncak Merapi. Lebih jauh, orang yang tinggal di sekitar sungai yang menuju ke puncak Merapi, pasti sering mendengar cerita-cerita misterius.

Apakah Anda masih ingat dengan erupsi Merapi tahun 2010, kemarin? Ya, letusan itu termasuk dalam letusan terbesar dalam 100 tahun, yang juga membunuh penjaga Merapi, Maridjan umba. Dampak erupsi ini tidak hanya dirasakan pada saat terjadinya bencana, tetapi juga terkena dampak bencana setelah erupsi, yaitu gelombang lahar dingin. Banjir lahar ini terjadi karena curah hujan yang tinggi di puncak Merapi. Sehingga material yang dihasilkan oleh erupsi Merapi tersapu oleh aliran air melalui sungai yang hulu ke Merapi. Banjir lahar ini juga berbahaya karena kecepatan aliran material sangat tinggi sehingga dapat menghancurkan segala sesuatu yang lewat. Contohnya adalah aliran lahar dingin yang melewati Kali Putih di desa Jumoyo, di kabupaten Salam, di Kabupaten Magelang. Bahan banjir lahar mengganggu akses ke jalan Jogja-Magelang dan bahkan memadati rumah-rumah penduduk di dusun Gempol, di desa Jumoyo.

Baca Juga  Berbuka Puasa dengan Teh Manis, Berbahayakah?

Di balik peristiwa banjir lahar dingin setelah letusan Merapi, ada juga kisah-kisah misterius yang menyertainya. Yang mengatakan, sebelum banjir lahar dingin terjadi, orang-orang di sekitar sungai untuk menyeberang dari banjir akan mendengar suara gamelan dikalahkan. Gamelan itu sepertinya didengarkan mengiringi pertunjukan komunitas tradisional seperti jathilan. Ini adalah kisah mitos warga Merapi yang kami percayai saat ini. Ini karena makhluk gaib yang hidup di puncak Merapi, akan turun mengikuti aliran aliran lahar dingin. Material banjir lahar dingin berupa pasir dan bahkan batu-batu besar. Konon, makhluk gaib itu ada di dalam batu yang tersapu arus lahar dingin. Dengan demikian, ketika aliran lava selesai, meninggalkan material dalam bentuk batu besar, tempat itu bisa menjadi berhantu. Misalnya, ketika Anda melewati jalan Maglenag-Yogyakarta, di sebelah kanan jalan, di desa Gempol, Jumoyo, Magelang, Anda akan menemukan batu besar. Diameternya sekitar 4 meter dengan ketinggian sekitar 5 meter. Berdasarkan pengakuan itu, ada warga yang memotret batu itu dan terlihat seperti buto di atas batu.

Baca Juga  Makam Warna-Warni Berumur 4.300 Tahun Ditemukan di Mesir

Gimana bro? kami berharap mbak bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.