by

Bayi Mati Mendadak Saat Menggunakan Bantal! Mengapa? No. 4 Jangan Lakukan!

Informasiana.com – Sebagian masyarakat Indonesia yakin bahwa dengan menggunakan bantal berbentuk huruf U pada bayi bisa membantu kepala bayi terbentuk bundar sempurna. Hati-hati, karena anggapan ini sangatlah keliru. Sampai sekrang ini belum ada bukti mengenai manfaat bantal pada bayi. Sebaliknya, para pakar justru menganjurkan kepada orang tua untuk tak menggunakan bantal apa pun untuk bayi sampai berumur dua tahun.
Bentuk kepala bayi yang baru lahir memang belum sempurna karena adanya pengaruh proses kelahiran atau alat banta persalinan (seperti forsep). Kepalanya memerlukan waktu untuk dapat berubah ke bentuk yang ideal.
Meskipun proses kelahiran bisa berpengaruh pada bentuk kepala bayi, sebenarnya tak ada yang mesti dikhawatirkan. Pada sebagian besar kasus, bentuk kepala bayi bisa menjadi bundar sempurna seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, tidak usah menyiasatinya dengan menggunakan bantal yang sebenarnya justru sangat membahayakan bayi.
Inilah alasan mengapa bantal bentuk huruf U atau bantal apapun tak baik untuk si Bayi:
– Bantal akan berpotensi mengundang bahaya tersedak atau sesak nafas.
– Jika bantal robek maka isi bantal pun bisa keluar. Jika sedikit saja isian bantal keluar, lalu masuk lewat mulut atau hidung bayi maka dapat menjadikan bayi beresiko mengalam tersedak.
– Jika bayi diletakkan berada di tengah bantal yang berbentuk U, bayi akan merasa kesulitan untuk bisa berbalik atau memutar kepalanya atau berubah posisi dari salah satu sisi ketika dia sedang muntah atau gumoh. Pada kondisi ini bayi akan beresiko tersedak oleh muntahannya sendiri.
– Bantal juga dihubungkan dengan sindrom kematian mendadak pada bayi yang disebut SIDS atau sudden Infant Death Syndrome.

Baca Juga  Saus Tomat Mampu Cegah Kanker Lambung?

Bantal dan Sindrom Kematian Mendadak Pada Bayi

SIDS adalah kematian yang tak terjelaskan dimana biasanya terjadi saat bayi sedang tidur. Meskipun bayi terlihat sehat, dia dapat mengalami SIDS. Fenomena ini terutama terjadi pada bayi yang berumur kurang dari setahun. Sids juga dikenal dengan kematian boks byi karena seringkali meninggal dalam boks mereka.

Meskipun penyebabnya masih belum dapat dikethaui secara pasti, SIDS dihubungkan dengan kondisi abnormal pada porsi otak bayi yang mengendalikan pernapasan dan terbangun dari tidur. Teori lainnya menggungkapkan bahwa bayi bisa mempunyai resiko SIDS yang lebih besar jika tidur dengan posisi tengkurap, khususnya jika bayi tidur dengan kasur bertekstur lembut atau dengan seprai, bersama boneka mainan atau bahkan bantal yang ada di dekat wajahnya.
Sebuah teori menyatakan bahwa pada permukaan bantal yang lembut atau benda di sekitarnya akan memungkinkan hadirnya sekat kecil pada sekitar mulut bayi dan menjebak setiap hembusan nafas. Sehingga bayi menghirup kembali hembusan nafasnya. Kadar oksigen yang terdapat pada tubuhnya kemudian mengalami penurunan dan karbondioksida akan terakumulasi. Pada akhirnya, kekurangan oksigen bisa menjadi penyebab hadirnya SIDS.

Baca Juga  Efek Polifenol pada Ekstrak Daun Ubi Jalar untuk Kanker Prostat

Tips Menggunakan Bantal

Nah, berikut ini beberapa hal yang para orang tua mesti perhatikan terkait dengan penggunaan bantal pada bayi:
[wp-like-locker url=”https://facebook.com/INFO-IBU-DAN-ANAK-2101852263423553/” message=”Tekan Like untuk Melihat Konten Tersembunyi”]- Jauhkanlah semua bantal dari keranjang bayi saat malam hari atau saat bayi sedang tak diawasi.
– Bantal bisa digunakan untuk bayi tidur siang dengan catatan bahwa anda ikut mengawasi. Jika anda tidak mengawasinya maka sebaiknya jauhkanlah bantal.
– Jika bayi tertidur dengan menggunakan bantalnya, maka secara perlahan ambillah dengan lembut dan letakkanlah bayi di keranjangnya.
– Pilihlah bantal yang memiliki isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah resiko alergi.
– Pilihlah bantal yang kecil dan kukuh dengan sarung yang bertekstur halus.
– Jangan memakai bantal yang dihias dengan kancing manic-manik, rumbai atau dekorasi jahitan yang lainnya.
– Dianjurkan tak memakai bantal yang dibuat dari bahan polyester karena kain polyester bisa menyebabkan iritasi. Utamakan dengan kain berbahan kain katun.
– Periksakan secara rutin apakah kain bantal robek. Jika robek, maka singkirkanlah bantal tersebut
– Bersihkanlah bantal secara rutin. Bantal bisa menjadi sarang kuman, keringat, debu, sisa susu yang mongering, atau minyak bayi. Cucilah bantal sesuai dengan pedoman perawatan dan pastikanlah memang benar-benar kering sebelum kita gunakan.
– Janganlah gunakan bantal jika anda sudah meletakkan bayi dalam ayunannya.
– Jika bayi anda mempunyai ruam pada kulitnya dan semakin terus banyak ruamnya, maka sebaiknya periksakan dirinya kepada dokter.
– Janganlah member makan bayi anda ketika dia sedang berbaring di atas bantalnya. Suapilah bayi dengan posisi seperti sedang menyusui.
Sebenarnya bayi berumur di bawah dua hutan tak membutuhkan bantal untuk dapat membuatnya nyaman atau membantu kepalanya menjadi bundar secara sempurna. Anda tidak usah memaksakan memakai bantal untuk bayi. Disamping itu, jika bayi anda tidur bersama dengan anda, maka sebaiknya jangan lupa untuk menjauhkan semua bantal kepala dan bantal guling.[/wp-like-locker]

Baca Juga  Risiko Hamil dengan Rahim Terbalik - Info Kesehatan

About Author: dr. Glenn

Gravatar Image
Saya dr. Glenn, lahir di Jakarta, 11 Agustus 1991. Saya pernah belajar di SDN 2 Jakarta, SMPN 1 Jakarta, SMAN 2 Jakarta, dan Kedokteran Universitas Indonesia. Saya memiliki ketertarikan menulis di pengertian, kesehatan, manfaat, teknologi, game dan harga hp. Oleh karena itu pada situs ini banyak membahas hal tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed