by

Bansos BST Rp300 Ribu Kapan Cair? Siapkan KTP dan Jangan Lupa Cek Hal Ini

INFORMASIANA-Tepat di Desember 2020 nanti, pemerintah mengelontokrkan kembali bantuan sosial (bansos). Masih sama yaitu Bantuan Sosial Tunai (BLT).

Bansos BLT Rp300 Ribu ini cari dan menyasar masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia sejak Maret lalu.

Bantuan Sosial Tunai (BST) atau Bansos Rp 300 ribu per KK PKH bakal cair kembali nanti bulan di akhir tahun atau Desember 2020 . Masyarakat bisa cek online daftar penerima di link dtks.kemensos.go.id menggunakan NIK KTP.

Masyarakat yang memenuhi syarat sudah dapat bansos ini sejak Juli 2020 lalu. Bahkan sebelumnya pada April-Juni 2020 besarannya mencapai Rp 600 ribu per bulan.

Tidak hanya itu, bansos BST ini juga akan diperpanjang pada tahun 2020 tetapi dengan nominal yang lebih kecil, hanya Rp 20 ribu per bulan per KK PKH.

Cukup menggunakan KTP tepatnya NIK KTP, masyarakat yang termasuk keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) bisa cek daftar penerima di link dtks.kemensos.go.id.

Adapun cara mudah untuk mengecek secara online daftar penerima bantuan Rp300 ribu per KK PKH langkahnya sebagai berikut:

Buka link https://dtks.kemensos.go.id/.
Pilih ID, kamu bisa memilih salah satu identitas yang akan dicek (NIK, ID DTKS atau nomor PBI JK/KIS). Agar mudah, pilih NIK.
Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Masukkan nama sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Ketik ulang kode Captcha yang sesuai dengan tampilan.
Klik kata ‘cari’ lalu akan muncul data apakah kamu penerima bantuan sosial bansos BST.

Sebagai informasi bantuan tunai program BST akan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos), Pos Indonesia, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Selanjutnya bantuan akan diberikan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang sudah atau terdaftar atau belum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos.

BST sendiri sudah berjalan sejak April 2020 dan menyasar puluhan juta kepala keluarga yang penghasilan utamanya terdampak pandemi Covid-19 atau mengalami pemutusan kerja.

News Feed