Menu

Bahaya Penyakit Leptospirosis Akibat Banjir

Halo bro selamat datang di blog informasiana.com. Kali ini kami akan menyajikan informasi menarik mengenai Bahaya Penyakit Leptospirosis Akibat Banjir. Teman-teman jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

Curah hujan yang besar di awal tahun telah menyebabkan banjir di banyak tempat. Pada 2013, Jakarta juga mengalami musibah musibah. Banjir menghancurkan ibu kota.



Selain harta, banjir juga mengancam kesehatan para korban. Satu hal yang harus diperhatikan adalah urin tikus atau leptospirosis.



Bagaimana cara mendeteksi seseorang yang menderita penyakit ini? Menurut dr. Latre Buntaran SpMK, spesialis mikrobiologi klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, gejala-gejala leptospirosis awalnya menyerupai gejala influenza, yaitu demam tinggi, sakit kepala, kedinginan dan rasa sakit.

Baca Juga  Diduga Terlibat Video Masturbasi, Begini Beda Gaya Jonatan Christie-Daniel Wenas di Luar Lapangan - Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral



Pada tahap selanjutnya, gejala muncul sebagai muntah, sakit kuning, sakit perut, diare dan ruam. Gejala umumnya terjadi selama seminggu. Seorang teman aneh di world.com jika tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan ginjal, kerusakan hati, meningitis, masalah pernapasan hingga kematian.



Leptospirosis juga dikenal sebagai demam canarian, demam medan tebu dan demam 7 hari. Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1886 oleh Adolf Weil dan juga disebut penyakit atau sindrom Weil.




Bakteri leptospira dapat hidup di air tawar selama sekitar 1 bulan. Leptospira juga dapat bertahan hidup di tanah yang lembab, tanaman, dan lumpur untuk waktu yang lama.

Baca Juga  ASLI ATAU PALSU..?! 10 Video Viral di Internet yg Tdk Akan Kalian Sangka Adalah Video EDITAN! #2



Bakteri leptospira ini dapat "berenang" di dalam air sehingga dapat menginfeksi kaki manusia yang terluka. Leptospira juga dapat menginfeksi seseorang melalui makanan atau minuman. Umumnya laporan orang yang menderita leptospirosis terjadi setelah banjir.



Faktanya, selain tikus, hewan yang berpotensi menularkan penyakit ini adalah kucing, kuda, kelelawar, babi, kambing, domba, dan tupai. Tapi kasusnya sangat jarang, sehingga lebih dikenal dengan urin tikus.



Jadi, bagi mereka yang terkena banjir, jangan lupa untuk langsung pergi ke dokter atau pusat kesehatan terdekat jika Anda merasakan gejala di atas. Antibiotik seperti enisilin G, amoksisilin, ampisilin, eritromisin, tetrasiklin, doksisiklin, dan sefalosporin efektif dalam pengobatan leptospirosis.

Baca Juga  Cegah Dehidrasi Puasa, Hindari Asupan Ini saat Sahur



Baca juga Moguicheng, Kota Setan di Tiongkok



Sumber: http: //www.apakabardunia.com/2013/01/banjir-waspada-penyakit-kencing-tikus.html

Gimana bro? Semoga mas bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.