Menu

AS Serukan PBB Cabut Kredensial Pemerintah Maduro

Selamat datang di informasiana.com, inilah berita tentang AS Serukan PBB Cabut Kredensial Pemerintah Maduro. Jika anda memiliki berita maka silahkan kirim tulisan anda di kontak kami.

memuat …

NEW YORK – Wakil Presiden AS Mike Pence telah meminta PBB untuk mencabut kepercayaan Presiden Nicolas Maduro dan untuk mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai pemimpin sah negara itu.

Dia mengatakan Amerika Serikat menyusun resolusi PBB dan meminta semua negara untuk mendukungnya. Tidak segera jelas apakah Pence telah mengusulkan resolusi di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang atau di Majelis Umum PBB yang terdiri dari 193 orang.

"Sudah waktunya bagi PBB untuk mengakui presiden sementara Juan Guaido sebagai presiden Venezuela yang sah dan menempatkan wakilnya di badan ini," kata Pence kepada Dewan Keamanan PBB, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/4). / 2019).

Para diplomat menyatakan bahwa Washington kemungkinan tidak akan mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk mengadopsi tindakan-tindakan semacam itu di Dewan Keamanan atau di Majelis Umum. Amerika Serikat dan Rusia sama-sama gagal dalam dua penawaran yang bersaing untuk mendapatkan dukungan Dewan Keamanan untuk mengadopsi resolusi tentang Venezuela pada bulan Februari.

Baca Juga  WNI Korban Teroris di Selandia Baru Sudah Semakin Membaik

Lebih dari 50 negara telah mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela. Ditanya apakah Amerika Serikat berpikir memiliki dukungan yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan Maduro di PBB, Pence mengatakan: "Saya pikir momentumnya ada di pihak kebebasan".

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menuduh Amerika Serikat menyebabkan krisis buatan untuk menggulingkan Maduro dan menggantikannya "dengan bidaknya sendiri". Nebenzia menggambarkan tindakan itu sebagai pelanggaran tanpa hukum, pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

"Kami meminta Amerika Serikat untuk mengakui sekali lagi bahwa Venezuela dan komunitas lain memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka," kata Nebenzia.

"Jika Anda ingin membuat Amerika hebat lagi, dan kami semua benar-benar tertarik melihatnya, berhenti mencampuri urusan negara lain," tambahnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat harus berurusan dengan klaim yang bersaing dari negara lain untuk perwakilan di badan global.

Duta Besar Venezuela untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Samuel Moncada, mengatakan ia berharap langkah-langkah seperti itu oleh Amerika Serikat dan Venezuela telah menjadi subyek kampanye selama berbulan-bulan untuk menjamin dukungan untuk Maduro.

Baca Juga  Mahathir Akui Menteri Utama Johor Mundur, Pangeran Angkat Bicara

"Saya membunyikan bel alarm, ada langkah-langkah yang jelas di sini untuk merusak hak-hak kami dan jika mereka dapat merusak hak-hak kami, mereka dapat merusak hak-hak semua anggota organisasi ini," katanya kepada Dewan Keamanan PBB. 39; PBB.

Amerika Serikat menyerukan pertemuan Dewan Keamanan pada hari Rabu untuk membahas situasi kemanusiaan di Venezuela. Kepala bantuan PBB, Mark Lowcock, mengatakan kepada dewan bahwa ada masalah kemanusiaan yang sangat nyata di negara itu.

"Skala kebutuhannya signifikan dan terus berkembang," kata Lowcock.

"Kita bisa berbuat lebih banyak untuk meringankan penderitaan rakyat Venezuela jika kita menerima lebih banyak bantuan dan dukungan dari semua pemangku kepentingan," tambahnya.

Dia memberi informasi pada dewan tentang laporan terbaru mengenai situasi yang memperkirakan bahwa sekitar seperempat populasi Venezuela membutuhkan bantuan kemanusiaan dan melukis gambar mengerikan jutaan orang yang tidak memiliki makanan dan layanan dasar.

Sekitar 3,4 juta rakyat Venezuela telah meninggalkan negara itu dan PBB memperkirakan bahwa negara itu akan meningkat menjadi sekitar 5 juta pada akhir tahun ini.

Baca Juga  Konsulat RI Bebaskan 11 Nelayan yang Ditahan di Perairan Thailand

Pada bulan Februari, pasukan Venezuela memblokir konvoi bantuan yang didukung AS yang mencoba masuk dari Kolombia dan Brasil. Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa tidak ada krisis dan menyalahkan sanksi AS untuk masalah ekonomi negara itu. Maduro menerima bantuan dari sekutu Rusia-nya.

"Di Venezuela, ada kebutuhan untuk memisahkan tujuan politik dan kemanusiaan." Bantuan kemanusiaan harus diberikan berdasarkan kebutuhan, "kata Lowcock.

"Kami mencari dukungan dewan untuk menjaga sifat aksi kemanusiaan yang netral dan tidak memihak," katanya.

(Ian)

Demikianlah informasi mengenai AS Serukan PBB Cabut Kredensial Pemerintah Maduro. Semoga informasi ini dapat mendatangkan manfaat kepada kalian yang sedang membutuhkan informasi. Jangan lupa untuk membagikan di media sosial anda dan tinggalkan komentarnya.