Menu

Arema Ternyata Punya Cara Tangani Bonek

INFORMASIANA – Nyanyian gemilang dari 60.000 boneka dan berbagai aksi teror tidak dapat melumpuhkan mentalitas para pemain Arema FC di leg pertama final piala presiden di Stadion Bung Tomo (GBT), Selasa 9 April 2019.

Ternyata ada jalan bagi Singo Edan. Pelatih, Milomir Sislija, mengatakan bahwa jika tangisan kurang ajar dari tribun telah menjadi dorongan. "Sebelum pertandingan, saya memberi tahu pemain di ruang ganti jika para penggemar berteriak keras, jadi jeritan itu membesarkan hati kami," kata Pelatih Arema, Milomir Sislija setelah pertandingan.

Baca Juga  VIDEO: 10 Pemain AC Milan Dipecundangi Torino 0-2

Tidak hanya teror melalui nyanyian, berbagai tekanan dilakukan oleh boneka, termasuk spanduk raksasa dengan singa diinjak-injak oleh buaya yang dibuat oleh kelompok boneka ke-21 di pintu, selain fakta bahwa ada juga yang lain spanduk intimidasi.

Ketika mereka pergi ke stadion GBT, para pemain Arema juga harus diangkut dengan kendaraan lapis baja (rantis) dengan pengawalan ketat dari petugas polisi polisi daerah Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya.

Baca Juga  Gol Moise Kean di Babak I Buat Juventus Makin Dekat dengan Juara

Sebelum dimulainya pertandingan, kapten tim Arema juga mencoba meminta salam persahabatan dengan boneka itu. Mantan pemain Persebaya itu melambai tetapi diganjar dengan tepuk tangan meriah bersamaan … "huuu … huu …"

Hamka juga punya waktu untuk melarang kiper Kartika Adji dari menghabiskan terlalu banyak untuk boneka di belakang gawang yang bisa memicu kemarahan ketika Arema bisa bermain imbang 1-1.

Sepuluh menit terakhir, tekanan diberikan oleh boneka yang melempar botol dan berbagai benda ke arah bangku. Tetapi situasi tidak menyebabkan Arema kehilangan konsentrasinya sampai pertandingan berakhir imbang 2-2.

Baca Juga  Barcelona Ingin Amankan Titel Juara LaLiga

Setelah pertandingan, boneka itu menyebabkan kekecewaan dengan menyalakan roket dan melemparkan bangku Persebaya untuk dikutuk ketika tim Bajol Ijo memasuki ruang ganti.