Seni lukis merupakam salah satu cabang dari seni rupa, seni lukis ialah sebuah pengembangan dari menggambar. Melukis ialah suatu kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara penuh. Sebuah lukisan membutuhkan konsep tutur yang subyektif, yaitu harus dapat menterjemahkan apa yang ada dalam obyek, tema atau gagasan secara representatif.

seni-lukis

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Rupa Murni Dan Terapan : Pengertian, Jenis , Gambar Dan 10 Contohnya [Lengkap]

Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

Ada beberapa pengertian seni lukis menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

Menurut Leo Tolstoy “Sumardjo, 2000:62”

Ungkapan perasaan pencipta yang disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakan pelukis.

Menurut Sukaryono “1998:7”

Ungkapan isi hati dan perasaan yang disebut sebagai bahasa seniman yang dikomunikasikan.

Menurut Thomas Munro “Mikke Susanto, 2002:101”

Alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya.

Menurut Soedarso SP “Mike Susanto, 2002:101”

Karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya, pengalaman batin tersebut disajikan secara indah sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin pula pada manusia lain yang menghayatinya.

Menurut Bastomi “1992:8”

Seni merupakan hasil kreativitas penciptanya yang terwujud dalam bentuk kreasi dari hasil pengolahan yang kreatif dan salah satu sifat seni yang menonjol ialah kebaharuannya.

Menurut Soedarso Sp “1990:11”

Lukis merupakan cabang dari seni rupa yang cara pengungkapannya diwujudkan melalui karya dua dimensional dimana unsur-unsur pokok dalam karya dua dimensional ialah garis dan warna.

Menurut Soni Ade & Imam R

Lukis merupakan kekuatan peradaban manusia, kekuatan budaya, karena dalam melakukan lukis kita dilatih untuk jeli, cermat dan teliti dalam mengamati berbagai fenomena alam dan kehidupannya.

Menurut Suyanto “2014”

Seorang seniman lukis mengatakan bahwa seni lukis merupakan karya seni rupa yang dituangkan dalam bentuk lukisan hasil dari ekspresi jiwa seorang seniman.

Menurut Sudarmaji “1973:9”

Mengatakan bahwa, seni ialah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan media grafis, warna, tekstur, volume dan ruang.

Menurut Herbert Read

Seni lukis menurut herbert read ialah kegiatan rohani yang merefleksikan pada jasmani, dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa.

Menurut Mayers “Dalam Sahman, 1993:55”

Menurutnya pengertian seni lukis yang ditinjau dari proses pembuatannya.

Menurut Cleaver “1966:1-2”

Seni rupa ialah suatu obyek yang mempunyai kemampuan untuk mengungkapkan dan membangkitkan pengalaman dalam suatu disiplin.

Menurut Myers, “1962:156”

Melalui perangkat teknis tersebut, seni lukis mengungkapkan nilai-nilai intelektual, emosional, simbolis, religius dan nilai-nilai subyektif yang lain.

Menurut M. Adler

Seni lukis dapat diartikan sebagai sesuatu yang memberikan kesenangan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Seni Patung” Pengertian & ( Jenis – Fungsi – Bentuk – Teknik )

Menurut Aristoteles

Seni lukis ialah sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.

Menurut Slamet Riyanto

Seni lukis ialah salah satu bagian dan ilmu desain grafis.

Menurut Jim Supangat

Seni lukis ialah suatu upaya menegaskan kembali pengalaman masa lalu pada konteks sekarang.

Menurut Noryan Bahari

Seni lukis dalam bahasa ungkapan pengalaman artistik dan ideologi seseorang.

Menurut Harry Sulastianto

Seni lukis ialah cabang seni rupa mumi yang berwujud dua dimensi, biasanya dilakukan di atas kanvas dengan menggunakan cat minyak atau cat akrilik.

Menurut Suwarso Wisetrotomo, M Dwi Marianto dan Endah Nawang N

Seni lukis ialah sebuah pengabdian dalam gambar, perjalanan pengalaman hidup.

Menurut Galeria Fasya Art Studio

Lukis merupakan cabang atau bagian dari seni rupa dimana wujud dari lukis itu sendiri merupakan karya dua dimensi “dwi matra”, walaupun memiliki dasar pengertian yang sama dengan seni rupa, namun lukis memiliki arti yang lebih karena lukis merupakan sebuah pengembangan yang lebih utuh dari sekedar menggambar.

Menurut Ensiklopedia Nasional Indonesia, “1991:525”

Seni berasal dari kata latin “ars” yang artinya keahlian mengekspresikan ide-ide dalam pemikiran estetika, termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi penciptaan benda, suasana yang mampu menimbulkan rasa indah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Contoh, Gambar, Ciri, Jenis, Fungsi, Unsur

Sejarah seni lukis di Indonesia

Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini. Awalnya pelukis Indonesia lebih sebagai penonton atau asisten, sebab pendidikan kesenian merupakan hal mewah yang sulit dicapai penduduk pribumi. Selain karena harga alat lukis modern yang sulit dicapai penduduk biasa.

Masuknya pengaruh kebudayaan Eropa dimulai juga melalui aktivitas perdagangan dengan  bangsa Portugis pada pertengahan abad 16. Komoditas utama yang diperdagangkan adalah rempah-rempah, selanjutnya disusul oleh kedatangan bangsa Belanda, Spanyol, dan Inggris. Persaingan ketat dari ketiga bangsa tersebut dalam perdagangan di Indonesia akhirnya dimenangkan oleh Belanda dengan mendirikan VOC.

Dari awalnya berdagang berlanjut menjadi pendudukan dan menguasai pemerintahan berkepanjangan hingga tiga setengah abad dan berakhir tahun 1945. Peninggalan Belanda yang paling penting diwarisi Indonesia saat ini adalah Agama Katholik dan Kristen, sistem pendidikan, serta beberapa infrastruktur berupa jalan dan bangunan fisik.

Pengaruh seni rupa Barat diduga telah mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-16 dibawa oleh para pedagang V.O.C yang digunakan untuk hadiah kepada para pembesar kerajaan-kerajaan di Nusantara, seperti lukisan besar yang diberikan kepada seorang raja di Bali, Sultan Palembang, dan raja Surakarta.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Lukis : Pengertian, Teknik, Unsur, Aliran Serta 20 Contohnya

20 Jenis Aliran Seni Lukis Beserta Contoh Gambarnya
Aliran Surealisme

Aliran Surealisme yaitu aliran yang erat hubungannya dengan dunia fantasi, seakan-akan kita melukis dalam dunia mimpi. Lukisan surealisme seringkali mempunyai bentuk atau lukisan yang tidak logis / seperti khayalan.

Ciri – ciri aliran seni lukis surealisme :Penuh dengan khayalan dan fantasi.Lukisan aneh dan asing.Tokoh – tokoh aliran seni lukis surealisme :SudiardjoAmang RahmanAndre MassonJoan MiroSalvador Dali
Contoh Karya Seni Lukis SurialismeContoh-Karya-Seni-Lukis-SurialismeContoh Karya Lukis Surialisme

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Drama Menurut Para Ahli, Bentuk, Unsur, Ciri Dan Contohnya

Aliran Kubisme

Aliran Kubisme adalah aliran seni lukis yang memiliki bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, kubus, segi empat, silinder, lingkaran, bola, kerucut dan kotak-kotak.

Ciri – ciri aliran seni lukis Kubisme :Memiliki bentuk geometrisMemiliki perpaduan warna yang sangat perspektif.Tokoh – tokoh aliran seni lukis Kubisme :GezannePablo PicassoFernand LegerRobert DelaunayMetzingerBraqueContoh Karya Seni Lukis Aliran KubismeContoh-Karya-Seni-Lukis-KubismeContoh karya lukis Kubisme

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 105 Nama Tarian Daerah Tradisional Di Indonesia Beserta Gambar Dan Asalnya

Aliran Romantisme

Aliran Romantisme merupakan aliran seni lukis yang berusaha menampilkan suatu lukisan dengan indah dan fantastik. Aliran Romantisme melukiskan tentang suatu hal yang bersifat romance, seperti sebuah tragedi, sejarah maupun pemandangan alam dan menampilkan suatu lukisan dengan fantastik.

Ciri – ciri aliran seni lukis Romantisme :Kedahsyatan melebihi kenyataanPenuh gerak dan dinamis.Lukisan memiliki cerita yang emosional dan dahsyat.Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.Pengaturan komposisi dinamis.Warna bersifat kontras dan meriah.
Tokoh – tokoh aliran seni lukis Romantisme :Raden SalehEugene DelacroixTheodore GericaultJean Baptiste.
Contoh Karya Seni Lukis Aliran Romantisme
Contoh-Karya-Seni-Lukis-RomantismeContoh Karya Seni Lukis Aliran RomantismeAliran Ekspresionisme

Aliran Ekspresionisme adalah aliran seni lukis yang memberikan kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun menyatakan sensasi dari dalam (baik objeknya maupun senimannya).

Ciri – ciri aliran seni lukis Ekspresionisme :Lebih banyak mengungkapkan jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia seseorangUngkapan isi hati seseorang.Pemilihan Warna diutamakanImajinasi seseorangTokoh – tokoh aliran seni lukis Ekspresionisme :AffandiZainiPopo IskandarVincent Van GoghPaul GaugiuinErnast Ludwig
Contoh Karya Seni Lukis Aliran EkspresionismeContoh-Karya-Seni-Lukis-EkspresionismeContoh Karya Seni Lukis Aliran Ekspresionisme Aliran Impresionisme

 Aliran Impresionisme adalah aliran seni lukis yang berusaha memperlihatkan kesan yang ditangkap objek. Aliran ini biasanya juga memiliki gambar yang tidak mendetail atau sedikit kabur.

Ciri – ciri aliran seni lukis Impresionisme :

Goresan kuas pendek dan tebal dengan gaya seperti sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek ketimbang detailnya

Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari sebuah objek untuk kemudian diterapkan di dalam lukisan.

Lukisan dibuat di luar ruangan (en plein air)

Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya.

Bayangan dibuat dengan mencampurkan warna komplementer (Hitam tidak digunakan sebagai bayangan).

Pengolahan sifat transparansi cat dihindari.

Warna didapat dengan sesedikit mungkin pencampuran pigmen cat yang digunakan. Diharapkan warna tercampur secara optis oleh retina.

Tokoh – tokoh aliran seni lukis Impresionisme :Claude MonetAguste RenoirCasmile PissaroSisleyEdward DegasMary CassatContoh Karya Seni Lukis Aliran ImpresionismeContoh-Karya-Seni-Lukis-ImpresionismeContoh Karya Seni Lukis Aliran Impresionisme Aliran Pointilisme

Pointilisme merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek menggunakan titik-titik.

Ciri – ciri aliran seni lukis Pointilisme :Objek yang dilukis akan terlihat jelas dari kejauhan, dan agak baur jika dinikmati dari dekat.Titik yang digunakan terdiri dari berbagai macam variasi, baik besar-kecil, tebal-tipis, maupun berwarna-hitam putih.
Tokoh – tokoh aliran seni lukis Pointilisme :RijamanKeo Budi Harijanto.Seurat’s La ParadeVincent van Gogh.Contoh Karya Seni Lukis Aliran PointilismeContoh-Karya-Seni-Lukis-PointilismeContoh Karya Seni Lukis Aliran PointilismeAliran Fauvisme

Aliran Fauvisme adalah aliran seni lukis yang memberikan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya.

Ciri – ciri aliran seni lukis Fauvisme :Seni lukisannya ialah warna-warna yang liar dan kontras.Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna aslinyaPenggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat.Tokoh – tokoh aliran seni lukis Fauvisme :Henry MatisseAndre DirrainMaurice de VlaminkRauol DufiKess Van Dongen.Contoh Karya Seni Lukis Aliran FauvismeContoh-Karya-Seni-Lukis-FauvismeContoh Karya Seni Lukis Aliran FauvismeAliran Realisme

Aliran Realisme yaitu aliran yang menampilkan karya lukis apa adanya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari – hari dan berusaha agar lukisan seperti nyatanya tanpa ada tambahan lain.

Ciri – ciri aliran seni lukis Realisme :Kebanyakan menampilkan tentang kehidupan sehari – hari.Lukisan apa adanya.Lukisan juga terlihat menyatu antara objek satu dengan objek lainnya.
Tokoh – tokoh aliran seni lukis Realisme :Gustove CorbertFransisco de GoyaHonore UmierContoh Karya Seni Lukis Aliran RealismeContoh-Karya-Seni-Lukis-RealismeContoh Karya Seni Lukis Aliran Realisme Aliran Naturalisme

Aliran Naturalisme adalah aliran yang berusaha menampilkan suatu objek lukisan secara alami. Aliran naturalisme ini memang mirip dengan realisme, bedanya naturalisme memiliki suatu tambahan agar menjadi lebih indah.

Ciri – ciri aliran seni lukis Naturalisme :Kebanyakan bertemakan tentang alamMemiliki teknik gradasi warnaMemiliki susunan perbandingan. perspektif, tekstur, perwarnaan serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkinTokoh – tokoh aliran seni lukis Naturalisme :Raden SalehAbdullah Sudrio SubrotoBasuki AbdullahGambir AnomTrubusContoh Karya Seni Lukis Aliran NaturalismeContoh-Karya-Seni-Lukis-NaturalismeContoh Karya Seni Lukis Aliran NaturalismeAliran Abstraksionisme

Aliran Abstraksionisme merupakan aliran seni lukis yang menggunakan bentuk dan warna dalam cara non-representasional. Aliran ini juga dikenal aliran seni lukis yang menghindari peniruan objek secara mentah, memberikan sensasi keberadaan objek dan menggantikan unsur bentuk dan porsinya. Aliran ini dibedakan menjadi 2 yaitu non-figuratif dan abstrak kubistis.

Ciri – ciri aliran seni lukis Abstraksionisme :Aliran ini menampilkan unsur-unsur seni lukis yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam.Bentuk, Garis, dan Warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.Tokoh – tokoh aliran seni lukis Abstraksionisme :Clyfford StllAdolf Got LiebMark RothkoRobert MontherwellBornet NewmanContoh Karya Seni Lukis Aliran AbstraksionismeContoh-Karya-Seni-Lukis-AbstraksionismeContoh Karya Seni Lukis Aliran AbstraksionismeAliran Futurisme

Aliran Futurisme adalah aliran seni lukis yang menggambarkan objek lukisan yang terlihat seperti bergerak. Sebuah objek digambarkan beberapa kali secara perspektif, secara sama. aliran ini menekankan pada keindahan gerak, garis, visual dan warna sebagai seni lukis anti-kubisme yang statis.

Ciri – ciri aliran seni lukis Futurisme :Karya seni menangkap unsur gerak dan kecepatanMemperhatikan tentang kedisiplinan, kedinamisan dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu.Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desainMemanfaatkan prinsip aneka tampak (multiple viewpoints)Tokoh – tokoh aliran seni lukis Futurisme :Carlo Carrà,Umberto BoccioniGiacomo BallaSculptorContoh Karya Seni Lukis Aliran Futurisme Contoh-Karya-Seni-Lukis-FuturismeContoh Karya Seni Lukis Aliran Futurisme Aliran Klasikisme

Aliran Klasikisme adalah aliran seni lukis yang menampilkan gambar secara klasik, serta mempunyai karakter dan ciri tersendiri. Aliran Klasikisme banyak ditemukan di nusantara dan di mancanegara. Aliran ini biasanya mengacu pada Romawi dan Yunani.

Ciri – ciri aliran seni lukis Klasikisme :Berisi cerita lingkungan istana.Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis.Objek yang dilukis dalam wujud hiperbolis.Menggunakan batasan-batasan warna yang bersih dan statis.Raut muka tenang dan berkesan agung.Bentuk selalu seimbang dan harmonis
Tokoh – tokoh aliran seni lukis Klasikisme :Bartholome VignonJaques Lovis DavidJan InglesContoh Karya Seni Lukis Aliran KlasikismeContoh-Karya-Seni-Lukis-KlasikismeContoh Karya Seni Lukis Aliran Klasikisme Aliran Konstruktivisme

Konstruktivisme merupakan aliran seni lukis yang menekankan pada penggambaran sisi seni sebuah bangunan.

Contoh aliran seni lukis Konstruktivisme (popartustd1a.wordpress.com)

Ciri – ciri aliran seni lukis Konstruktivisme :Objek utama yang dilukis adalah bangunan dan latar yang berada di sekitar bangunan dari satu sudut lukis.Objek bisa berupa banguan kuno, klasik, modern atau bangunan apa pun.
Tokoh – tokoh aliran seni lukis Konstruktivisme :SprinkaJim Nyoman NuartaSupankatLaszlo Moholy-nagyVictor PasmoreLiubov PopovaNaum Gabo.Contoh Karya Seni Lukis Aliran KonstruktivismeContoh-Karya-Seni-Lukis-KonstruktivismeContoh Karya Seni Lukis Aliran Konstruktivisme Aliran Dadaisme

Aliran Dadaisme adalah aliran yang menyajikan karya artistic dari bentuk yang seram, magic, mengerikan, kekanak-kanakan (naive), terkadang mengesankan.

Ciri – ciri aliran seni lukis Dadaisme :Seni yang tidak mau ilusi atau ketiadaan ilusi.Dominasi warna hitam, merah putih hijau dengan pewarnaan primer, tajam dan kontras
Tokoh – tokoh aliran seni lukis Dadaisme :Roull HaussmannDuchampHans ArpContoh Karya Seni Lukis Aliran DadaismeContoh-Karya-Seni-Lukis-DadaismeContoh Karya Seni Lukis Aliran Dadaisme Aliran Pop Art / Populer Art

Pop Art merupakan aliran seni lukis yang melawan kebosanan dan kejenuhan terhadap seni lukis tanpa objek (sasaran).

Ciri – ciri aliran seni lukis Pop Art / Populer Art :Karya seni lukis pop art sebagian besar berupa seni lukis karikatur yang memuat sindiran, kritik atau humor.Objek biasanya berupa manusia yang digambarkan dalam perspektif/cara pandang lain.Tokoh – tokoh aliran seni lukis Pop Art / Populer Art :Ris PurnomoNyoman Nuarta.George SegalTom WasselmanYoseph BenysContoh Karya Seni Lukis Aliran Pop ArtContoh-Karya-Seni-Lukis-Pop-ArtContoh Karya Seni Lukis Aliran Pop Art Aliran Optik

Optik merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek manipulasi visual yang dapat menipu mata.

Ciri – ciri aliran seni lukis Optik :Objek yang dilukis hanya berupa bidang, garis, atau objek yang berwarna hitam putih.Gambar berupa bentuk sederhana dan tidak memiliki detail yang rumit.Tokoh – tokoh aliran seni lukis Optik :Agus Djaja.Bridget Louise RileyWalter Gropius.Contoh Karya Seni Lukis Aliran OPTIKContoh-Karya-Seni-Lukis-OptikContoh Karya Seni Lukis Aliran OPTIK Aliran Primitif

Primitif merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek berdasarkan gaya penggambaran primitif di dinding goa-goa.

Ciri – ciri aliran seni lukis Primitif :Objek yang dilukis berupa tumbuhan, hewan dan manusia dalam bentuk garis sederhana.Detail objek tidak ditonjolkan, hanya pada penggambaran minimalis berupa garis dan aksen sederhana.Tokoh – tokoh aliran seni lukis Primitif :S. Sudjojono.Ricardo Ponce.Contoh Karya Seni Lukis Aliran PrimitifContoh-Karya-Seni-Lukis-PrimitifContoh Karya Seni Lukis Aliran Primitif Aliran Pittura Metafisica

Pittura metafisica merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek dengan sentuhan metafisika. Aliran ini merupakan penentang aliran kubisme dan futuristik.

Ciri – ciri aliran seni lukis Pittura Metafisica :Objek yang dilukis biasanya berbentuk boneka yang erat dengan hal yang bersifat metafisika.Objek biasanya berupa manusia yang sedang melakukan aktivitas dengan benda dan latar di belakangnya.Tokoh – tokoh aliran seni lukis Pittura Metafisica :Giorgio de ChiricoCarlo Carra.Contoh Karya Seni Lukis Aliran MetafisicaContoh-Karya-Seni-Lukis-MetafisicaContoh Karya Seni Lukis Aliran Metafisica Aliran Kontemporer / Posmo / Post Modern

Kontemporer merupakan aliran seni lukis yang tidak terikat oleh pakem dan berkembang sesuai zaman.

Ciri – ciri aliran seni lukis Kontemporer :Penggambaran sebuah objek berupa refleksi situasi juga waktu yang tematik.Objek yang dilukiskan adalah objek yang dinamis, bebas, ekspresif dan mencolok.Tokoh – tokoh aliran seni lukis Kontemporer :Frank AuerbachIda ApplebroogRichard Artschwager.Contoh Karya Seni Lukis Aliran Kontemporer Contoh-Karya-Seni-Lukis-KontemporerContoh Karya Seni Lukis Aliran Kontemporer Aliran Gotik

Gotik merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek dengan garis tebal dan bentuk ramping serta menegaskan sesuatu berdasarkan warna.

Ciri – ciri aliran seni lukis Gotik :Objek yang dilukis biasanya adalah tokoh suci, kesatria, raja dan ratu.Lukisan gaya seperti ini banyak terdapat di kerajaan-kerajaan, rumah ibadah dan juga kastil atau bangunan klasik.Tokoh – tokoh aliran seni lukis Gotik :Albert DurerJan Van EyckMathias GrunnewaldPieter Droughel.Contoh Karya Seni Lukis Aliran GotikContoh-Karya-Seni-Lukis-GotikContoh Karya Seni Lukis Aliran GotikAlat dan Bahan Berkarya Seni Lukis

Media berkarya seni rupa dua dimensi (seni lukis) meliputi bahan dan alat untuk melukis. Beragam pilihan alat, bahan dan media yang digunakan sesuai jenis dan gaya karya yang diinginkan. Media berkarya seni lukis sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan.

Pensil

Jenis pensil dibedakan berdasarkan tingkat keke- rasan atau kehitaman kar- bonnya, berdasarkan ko- de huruf B atau H. Pensil kode B menandakan jenis pensil lunak dan hitam, Terdiri dari kode B, 2B, 3B sampai 6B, sangat tepat digunakan untuk media menggambar, sementara pensil berkode H me­nandakan jenis pensil keras. Terdiri dari kode H, 2H, 3H sampai 6H, sering digunakan untuk menggambar proyeksi

Pensil Arang (Contee)

Terbuat dari sejenis arang halus dan biasa di­gunakan untuk menggam­bar atau melukis potret. Sifatnya, hitam pekat dan agak sulit dihapus.

3. Pastel dan Crayon

Dua jenis media ini secara fisik bentuknya hampir sama, sehingga kalian seringkali keliru ketika membelinya tetapi sifat dan bahannya tidak sama. Pastel (Oil Pas­tel) biasanya terbuat dari bahan kapur dan bahan peng- ikat cair dan transparan, untuk mengikat pigmen de- ngan kapur. Pastel sering dihubungkan dengan warna- warna yang lembut. Sedang- kan Crayon terbuat dari ba­han kaolin dengan tepung warna sehingga terlihat lebih mengkilap dan keras. Sehing­ga krayon lebih banyak meng- andung lilin, sehingga warna yang dihasilkan krayon cende- rung mengkilap dan sedikit berminyak. Krayon menjadi salah satu pilihan kita untuk menggambar karena sifatnya yang padat dan tidak mudah menyerpih, sehingga tidak mengotori tangan dan baju ketika kita menggambar.

Pena/ Pulpen/ Alat gambar yang digunakan untuk media tinta. Terbuat dari logam dengan ujung yang bermacam-macam bentuk dan ukurannya.Tinta Bak

Dikenal juga dengan sebutan tinta Cina. Warnanya hitam pekat dan tidak luntur jika kena air. Kemasan tinta bak ini ada yang berbentuk cairan dalam botol dan berbentuk balok-balok kecil (dicairkan dulu sebelum digunakan).

Cat(pewarna)Bahanpewarna ini dibedakan berdasarkan basis pengencernya, yaitu :Cat air (barbasis air) jenis- nya ada 2 yaitu water colour yang bersifat transparan dan poster colour yang bersifat plakat.Cat Minyak (barbasis mi- nyak) jenis cat ini biasa digunakan untuk melukis diatas kanvas. Sifatnya tidak mudah kering dan warna­nya tahan lamaKuas

Kuas merupakan alat yang digunakan untuk menguas/ cat ke media lukis. Jenis dan bentuk kuas beragam dari ben- tuk, ukuran serta harga yang sangat bervariasi. Pemilih- an kuas tergantung dari go- resan yang bagaimana yang akan kita inginkan. Jenis kuas yang pipih dan berujung lurus datar dipakai untuk bahan cat minyak, sedangkan kuas dengan bulu berbentuk bulat dan berujung runcing dipakai untuk bahan cat air.

Pisau palet

Terbuat dari aluminium tipis, fungsinya adalah untuk men- campur cat seperti layaknya kuas juga untuk membuat efek-efek goresan pada media lukis. Bentuknya dan ukuran- nyatersediaberbagaijenis, ada yang runcing, lebat dan bulat.

Palet

Palet adalah media yang di- gunakan untuk tempat men- campur cat., jenis dan ukuran perbagai. Untuk media seperti cat air palet yang dipakai adalah yang ada lengkungan tempat air, sedangkan bentuk palet cat minyak berbentuk datar, ditambahkan

Jenis Lukisan Berdasarkan Teknik dan Bahan yang Digunakan

Kreatifitas dalam mengolah bahan dan media dalam melukis melahirkan teknik melukis tertentu, teknik melukis ini sudah di­pakai dari zaman pertengahan sampai sehingga, menambah ke- ragaman karya seni lukis Beberapa teknik yang digunakan dalam melukis antara lain

Lukisan tempera

Pecahan Teknik melukis ini dudah dikenal pada zaman renaissance, cat yang dipakai diaduk dengan perekat yang biasanya terbuat dari putih telur atau sagu , lukisan dengan teknik ini dipakai untuk diterapkan di permukaan tembok atau dinding dan pada zamannya dipakai sebagai penolak bala, seperti lukisan di goa-goa.

Lukisan al fresco

Teknik Lukisan alfresco diterapkan didinding yang masih basah dengan ditaburi bahan perekat, lukisan teknik ini yang terkenal adalah di istana Vatikan.

Lukisan al secco

Hampir sama dengan teknik al fresco, perbedaannya teknik ini dipakai adalah dinding yang sudah kering. Teknik lukisan ini pernah dibuat oleh Leonardo da Vinci di gereja Santa Maria di kota Milan Italia.

Mozaik

Teknik mozaik adalah teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna-warni pada dinding atau lain sehingga membentuk objek tertentu. Bahan yang bisa diguna- kan untuk teknik ini antara lain pecahan keramik, porselen, potongan kertas, atau bisa juga batu yang berwarna-warni. Mozaik yang memakai potongan-potongan kayu sebagai bahan lukisannya disebut intersia.

Lukisan kaca

Teknik lukisan kaca menggunakan kaca, timah, kuningan dan tembaga sebagai penyambungnya sehingga membentuk lukisan. Lukisan kaca pertama kali dikembangkan pada zaman Gothic di Eropa sebagai bagian dari arsitektur. Lukisan kaca ini mencapai kegemilangan pada zaman Renaisance sebagai hiasan pada pintu dan jendela bangunan-bangunan besar seperti istana dan tempat peribadatan, Di Indonesia, teknik lukisan kaca pada awalnya berkembang sebagai seni industri rumah tangga di Cirebon Jawa Barat, sebagai warisan dari teknik yang dicontohkan oleh seniman belanda.

Lukisan cat minyak (plakat)

Lukisan cat minyak medianya adalah kanvas, yaitu kain yang telah diberi cat dasar yang dicampur larutan lem sehingga ti- dak tembus kebelakang ketika dipakai melukis. Cat yang di- gunakan biasanya dikemas bentuk tube timah dalam bentuk pasta sehingga mudah digunakan, dalam pemakaiannya dicampur dengan lijn-olie.

Lukisan cat air (Aquarel)

Bahan yang dipakai dalam teknik ini adalah cat air berbentuk pasta yang dicampur dengan air. Teknik Aquarel adalah melu­kis dengan sapuan warna tipis sehingga hasilnya transparan, media untuk bahan cat air adalah kertas

Lukisan acrylic

Lukisan jenis acrylic adalah lukisan dengan bahan yang dise- but acrylic, yang menghasilkan warna-warna yang cerah dan menyala, lukisan teknik ini sering digunakan untuk berbagai eksperimen, di sepatu, tas, atau berbagai bahan kain lainnya

Lukisan Batik

Lukisan batik tekniknya hamper sama dengan tata cara mem- batik, yaitu dengan menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik. Kain yang tertutup lilin inilah yang membentuk titik garis bidang ataupun ruang sebelum jadi sebuah gambar, dan hasil akhir dicelup ke larutan pewarna.

Membuat karya seni merupakan wujud ekspresi dari suatu ide atau gagasan. Ide adalah hasil pemikiran yang berawal dari suatu inspirasi atau imajinasi. Gambaran yang tertangkap melalui ruang imajinasi seseorang dapat diwujudkan dalam bentuk karya seni. Kamu dapat menggali ide untuk berkarya seni sendiri dengan membuat lukisan menggunakan media kanvas dan cat minyak.

Teknik Berkaya Seni Melukis :

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan jika kalian melukis.

Teori ini berdasarkan pengalaman para pelukis terkenal. Proses atau langkah dalam melukis adalah:

Untuk memunculkan gagasan kreatif, dapat ditempuh dengan cara:

Mengembangkan imajinasi, apa yang kita pikirkan atau dari pengalaman orang lain.Melihat obyek secara langsung, misalnya pantai, pegunung- an atau suasana keramaianMelihat dari buku atau majalahMelihat dari internet dan dokumen lain tentang lukisanMengunjungi kegiatan seni lukis atau museum

Ide dan gagasan tadi kita olah lagi menjadi sebuah sketsa yang menarik sehingga apa yang kita maksud atau yang akan kita rasakan tersampaikan sampai pada tujuan.

B. Media Berkarya (Bahan dan Alat)

Proses ini adalah untuk media yang kita gunakan, misalnya:

Menggunakan kertas: karton, manila, padalarang atau hanya kertas hvsMenggunakan tembok, dinding papan atau media yang lebar lainnyaMenggunakan media alternatif, kaca, cangkang telur, atau dipermukaan benda pakai/ kerajinanMenggunakan cat minyak, cat akrilik, cat tembok, crayon atau pastelDalam berkarya seni media alat dan bahan juga menetukan proses dan teknik berkarya seni, Sehingga hal ini harus direncanakan

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam melukis, diantaranya adalah :

Teknik aquarel (warna transparan)Teknik plakat (warna (tebal)Teknik goresan ekspresif dengan menggunakan jari, kuas atau paletTeknik tebal dan berteksktur (bertekstur warna)Teknik timbul (mozaik)

 

Sketsa adalah gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisan. Sketsa inilah yang nantinya diselesaikan menjadi sebuah lukisan yang sempurna, sketsa biasanya hanya berupa goresan global tidak mendetail dari sketsa yang kita buat akan tergambar apa yang akan kita ungkapkan.

E. Mewarnai dan Menyempurnakan Lukisan

Setelah sketsa selesai, tahap melukis yang sebenarnya kita jalankan, sesuaikan dengan rencana dan teknik yang disiapkan dari awal, Tahap terakhir adalah menyempurnakan/menyelesaikan lukisan sketsa yang telah dibuat yaitu dengan:

Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada obyek pokok (positif) dan latar belakangnya (negatil)Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran (spot light), penegasan, dan penentuan gelap terang.

Namun tidak semua langkah jadi acuan, karena proses melukis dengan menggunakan bahan yang satu dengan yang lainnya tidak sama, demikian pula dengan teknik yang digunakan.

Demikianlah pemabahasan mengenai √ Seni Lukis : Pengertian, Teknik, Unsur, Alat Dan Bahan, Jenis Aliran Serta 20 Contoh Gambar Karya Seni Lukisnya Dengan Sejarahnya [ TERLENGKAP ] semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *