Info Terbaru

8 Obat yang Belum Tentu Cocok Diberikan Kepada Balita, Perhatikan No. 6!

Advertisement
Loading...


Sebagian orang tua telah serta merta memberikan obat setiap kali balitanya sakit. Padahal sebenarnya adaa beberapa kondisi bersifat umum bisa sembuh dengan sendirinya tanpa mengonsumsi obat. Selain daripada itu, memberikan obat secara sembarang itu justru memiliki resiko dapat menyebabkan efek samping dan komplikasi pada balita.

Terkadang disebabkan kepanikan atau tidak tahu, orang tua yang balitanya sakit memberikan obat yang semestinya hanya diperuntukkan kepada orang dewasa atau yang memang tidak semestinya dikonsumsi balita. Hal tersebut bisa berakibat fatal terutama kepada bayi dalam kondisi tertentu.

Sebagai panduan dan pengetahuan, terdapat beberapa obat yang tidak bisa sama sekali diberikan kepada balita kecuali dengan menggunakan resep dokter dan beberapa obat lain yang mesti dicermati baik-baik sebelum diberikan ke balita.

Hindarilah Memberikan

ASpirin

Aspirin bisa menyebabkan adanya syndrom reye yang memiliki resiko fatal untuk bayi. Perhatikanlah juga bahwa terdapat beberapa jenis obat yang ternyata memiliki kandungan aspirin dengan nama yang berbeda, seperti salicylate atau acetylsalicylic acid. Obat ini bahkan sebaiknya tidak diberikan hingga remaja berusia lebih dari 19 tahun.

Obat untuk Orang Dewasa

Jika pada kemasan obat tak tertera aturan konsumsi atau takaran untuk balita atau anak, maka obat tersebut memang bukanlah diperuntukkan bagi balita. Obat khusus untuk balita memiliki sifat lebih padat ketimbang obat yang diberikan ke orang yang lebih tua. Maka jangan pernah memberikan obat dewasa meskipun dalam jumlah dosis yang lebih kecil kepada balita.

Obat yang diresepkan untuk satu penyakit tidak bisa untuk penyakit lain.

Setiap obat diresepkan secara khusus untuk dapat menangani kondisi tertentu dan pada individu tertentu. Janganlah memberikan obat yang diresepkan dokter untuk suatu penyakit khusus bagi seorang anggota keluarga untuk dapat menangani penyakit yang diderita anggota keluarga lain semisal adik dan kakak.

Hati-hati Memberikan

– Ibuprofen

Ibuprofen bisa diberikan sesudah bayi berumur lebih dari tiga bulan dengan memiliki berat badan lebih dari lima kilogram dan tak mengidap asma. Akan tetapi sebaliknya konsultasikan terlebih dahulu pemberiannya kepada dokter. Kecuali diresepkan dokter, hindarilah memberikan ibuprofen secara mandiri kepada balita atau anak yang sedang mengonsumsi obat lain yang juga memiliki kandungan ibuprofen.

– Obat Batuk dan Obat Flu yang dijual secara bebas

Selain belum tentu dapat meringankan gejala batuk dan flu, obat-obatan ini justru bisa membahayakan kalau tidak dikonsumsi dengan dosis yang tepat. Selain daripada itu, ruam kemerahan, sakit perut, serta detak jantung yang lebih cepat merupakan efek samping yang mungkin terjadi sebagai akibat konsumsi dosis yang terlalu tinggi. Dekongestan, ekspektoran dan antihistamin merupakan jenis-jenis obat yang termasuk pada golongan ini.

– Obat Anti Mual

Hindari memberikan obat anti-mual kecuali diresepkan oleh dokter. Obat-obatan jenis ini berisiko menyebabkan komplikasi

– Acetaminofen (parasetamol) tambahan

Untuk dapat meredakan nyeri dan demam, obat ini bisa diberikan kepada balita yang berumur lebih dari dua bulan. Terdapat beberapa jenis obat yang sudah memiliki kandungan acetaminofen. Oleh sebab itu, hindarilah memberikan acetaminofen lain secara terpisah karena akan memiliki resiko menyebabkan balita kelebihan dosis.

– Obat atau tablet yang dikunyah
Obat jenis ini berisiko membuat balita tersedak.

Selain daftar di atas, balita disarankan tidak mengonsumsi terlalu banyak antibiotik jika tidak terlalu dibutuhkan. Jika dokter meresepkan antibiotik untuk balita Anda yang sedang sakit, tidak ada salahnya untuk menanyakan alasan langkah ini. Dan ingat untuk selalu memberikan antibiotik yang diberikan hingga agar seluruh bakteri penyebab penyakit mati.

Ketika membeli obat, beritahukanlah umur anak anda dan meminta petunjuk penggunaan obat kepada apoteker. Selain daripada itu, selalulah memeriksakan tanggal kadaluarsa pada kemasan obat. Dengan memperhatikan hal-hal di atas, balita bisa sehat dan terhindar dari berbagai macam resiko karena ketidaktelitian memberikan obat.

Demikianlah informasi kesehatan bayi tentang obat yang belum tentu cocok diberikan kepada balita. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda para orang tua yang sedang mengurus anaknya.

Loading...
Advertisements
8 Obat yang Belum Tentu Cocok Diberikan Kepada Balita, Perhatikan No. 6! | fajeros | 4.5