Menu

8 Jenis Gangguan Tidur yang Paling Mengganggu Kesehatan

Halo mbak bro selamat datang di situs informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan membahas informasi unik mengenai 8 Jenis Gangguan Tidur yang Paling Mengganggu Kesehatan. Kamu jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

Tidak hanya mengganggu kesempatan tubuh untuk beristirahat, gangguan tidur seperti insomnia juga bisa menjadi indikasi bahwa kita memiliki penyakit tertentu dan menyiksa kita sepanjang waktu!

Ayo, kenali beberapa gangguan tidur yang paling umum dan mengapa Anda tidak harus mengabaikannya.

8 Jenis gangguan tidur yang bisa sangat berbahaya bagi kesehatan

1. Insomnia

Meskipun mereka sudah dipersenjatai dengan bantal lembut dan lagu-lagu manis, masih tidak mudah bagi mereka yang menderita insomnia untuk terbang ke dunia mimpi. Klaim insomnia dapat berupa bentuk tidur atau gangguan tidur yang tidak sehat karena kewaspadaan yang berulang.

Menurut dr. Gary Zammit, penulis buku Selamat malam: bagaimana cara menghentikan kurang tidur, mengatasi sulit tidur dan mendapatkan tidur yang Anda butuhkan, sebagian besar insomnia terjadi karena masalah psikologis, terutama stres. Pada wanita, konsumsi zat besi kurang dari 1 mg sehari juga dapat menyebabkan kesulitan tidur.

Lebih baik menghindari stres dan menjaga kecepatan tidur setiap hari. Kurangi konsumsi terong, kentang, tomat dan bayam, yang memicu produksi norepinefrin, sejenis zat yang menjadi stimulan bagi otak.

Jika insomnia parah, penggunaan antidepresan atau obat tidur (sedatif) juga dapat membantu meringankan gejala. Namun, yang pasti, Anda harus menemui dokter terlebih dahulu.

2. Hipersomnia

Berbeda dengan insomnia, penderita hipersomnia selalu tertidur.

Secara umum, bagian dari tidur normal untuk orang dewasa adalah sekitar 6 jam sehari, tetapi orang-orang dengan hipersomnia akan tidur lebih dari 10 jam sehari.

Baca Juga  Petani Baper Melihat Mesin Canggih Dengan Proses Panen Super Cepat

Hipersomnia mungkin disebabkan oleh gangguan pernapasan saat tidur. Lebih lanjut, sejumlah ahli juga menyatakan bahwa tidur berlebihan juga bisa menjadi indikasi penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dll, termasuk stres. Karena ketika dia sakit, tubuh memerlukan lebih banyak waktu untuk memulihkan kondisinya.

Lakukan pemeriksaan umum untuk mendeteksi penyakit yang bisa diderita. Waspadai juga penggunaan narkoba, karena ada beberapa jenis obat yang bisa membuat kita menjadi rentan terhadap kantuk.

Ini adalah 8 jenis gangguan tidur yang paling sering terjadi dan mengganggu kesehatan
Jika Anda mengalami salah satu dari gangguan tidur ini, segera konsultasikan ke dokter.

3. Mendengkur

Kebiasaan mendengkur tidak hanya dialami pria, tetapi juga bisa menyerang wanita Anda. Ia bahkan dapat menyerang orang dari berbagai usia.

Ada 3 penyebab mendengkur, yaitu kelemahan otot langit-langit mulut, bentuk anatomi hidung yang bengkok dan penyumbatan di belakang tenggorokan karena peradangan, infeksi, tumor dan benturan di daerah sekitar hidung dan rahang. Posisi kepala yang terlihat saat tidur juga dapat menyebabkan dengkuran karena penyempitan rongga pernapasan.

Cara termudah untuk mengatasi gangguan tidur ini adalah memiringkan tubuh atau menurunkan kepala saat tidur. Mendengkur yang disebabkan oleh infeksi atau tumor dapat diobati dengan obat-obatan atau pembedahan. Olahraga dan latihan menyanyi juga dapat membantu mengurangi dengkuran.

Menurut dr. Edzard Ernst, MD, Ph.D dari University of Exeter, Inggris, olahraga dan menyanyi dapat membantu mengencangkan otot-otot di sekitar mulut dan rahang yang dapat mengurangi dengkuran.

4. Tidur ana

Tidur anal adalah penghentian napas selama lebih dari 10 detik saat tidur. Pasien biasanya bangun dalam keadaan syok untuk mengambil napas instan.

"Jika Anda bangun 200 hingga 400 kali dalam semalam, tekanan darah pasien akan meningkat secara dramatis dan dapat memicu stroke dan serangan jantung," kata Dr. Douglas Bradley, direktur Institut Laboratorium Penelitian Tidur di Institut Rehabilitasi Toronto, Kanada.

Baca Juga  Terkadang Ada Luka Lara yang Harus Kita Rasa, Sebelum Kita Mengecup Manisnya Bahagia

Seperti mendengkur, tidur nyenyak berasal dari penyumbatan saluran napas. Perbedaannya adalah bahwa, pada anaea, mereka yang menderita tidur, benturan otot langit-langit dengan dinding tenggorokan berlangsung lebih lama.

Tidur anal dapat diobati dengan obat-obatan, tergantung pada penyebabnya. Jika perlu, ibu juga bisa menjalani operasi untuk memotong sebagian kecil otot langit-langit yang menyumbat saluran udara.

5. Tidur berbicara

Dikenal dengan istilah delusional, yang merupakan ekspresi yang dibuat seseorang saat tidur. Bentuknya bisa dalam bentuk kata-kata yang jelas berarti atau hanya bergumam. Biasanya orang yang mengalami delusi tidak dapat mengingat kata-kata yang mereka ucapkan.

Kondisi ini dapat dipicu oleh keadaan emosional-psikologis, demam atau tidur yang terganggu oleh mimpi buruk.

Solusi terbaik untuk mengatasi ini adalah dengan menyelesaikan masalah emosional dan masalah psikologis yang dihadapi. Kebiasaan delusi yang disebabkan oleh demam akan hilang dengan sendirinya setelah demam. Lakukan juga olahraga teratur untuk membantu Anda tidur lebih baik.

6. Tidur sambil berjalan

Orang dengan gangguan tidur selama tidur dapat melakukan tindakan motorik seperti berjalan, berbicara, berpakaian dan pergi ke kamar mandi tidur.

Penyebab gangguan tidur bervariasi, mulai dari kurang tidur, stres, konsumsi alkohol, hingga penyakit fisik. Beberapa peneliti juga mengklaim bahwa gangguan ini juga disebabkan oleh penyimpangan genetik.

Kondisi ini umumnya diatasi dengan pemberian obat-obatan untuk meningkatkan kualitas tidur. Dalam kasus ekstrim, pasien harus menerima perawatan khusus karena mereka dapat melakukan hal-hal yang membahayakan diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.

Baca Juga  Kejadian Aneh Tapi Nyata

7. Narkolepsi

Lebih buruk dari orang dengan hipersomnia, pasien narkolepsi sangat sulit untuk tetap sadar dan hampir selalu menemukan diri mereka dalam keadaan mengantuk. Rasa kantuk biasanya hilang setelah tidur selama 15 menit, tetapi akan menyerang lagi dalam waktu singkat.

Hingga saat ini, penyebab gangguan tidur ini masih belum diketahui. Namun, sejumlah ahli mengatakan bahwa gangguan ini disebabkan oleh mutasi genetik dan juga bisa terjadi karena pengaruh lingkungan.

Berkonsultasi dengan psikiater adalah solusi yang paling tepat untuk mengatasinya. Dukungan dari kerabat dekat juga sangat penting untuk menjaga keselamatan pasien. Coba bayangkan, jika pasien tiba-tiba tertidur saat memasak, menyetir atau berenang.

8. Teror malam hari

Seperti namanya, gangguan tidur ini muncul dalam bentuk mimpi buruk yang tahan lama dan menyebabkan ketakutan ekstrem. Biasanya, pasien bangun di bagian pertama malam dalam keadaan duduk dengan ekspresi ketakutan.

Para ahli percaya bahwa sebagian besar teror malam disebabkan oleh gangguan psikologis dan trauma emosional yang dialami orang sakit di masa lalu.

Langkah untuk mengatasinya adalah menjalani terapi intensif dengan psikiater, dan biasanya juga didukung dengan bantuan beberapa obat. Hati-hati karena orang sakit dapat terus mengalami teror malam selama 10-20 menit setelah mereka bangun. Ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan trauma atau bahkan cedera.

Nah, apakah ada yang mengalami gangguan tidur seperti yang disebutkan di atas? Konsultasikan dengan dokter segera untuk berkonsultasi dengannya, sehingga penyakit ini tidak menjadi serius.

Gimana bro? kami berharap teman-teman dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.