Menu

7 Bulan Pasca Gempa, Begini Kondisi Terkini Palu yang Perlahan Mulai Bangkit – Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral

Helo mas bro selamat datang di situs informasiana.com. Kali ini kami akan membahas informasi menarik mengenai 7 Bulan Pasca Gempa, Begini Kondisi Terkini Palu yang Perlahan Mulai Bangkit – Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral. Kamu jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

Gempa bumi dan tsunami di Palu dan sekitarnya merupakan ketidaksenangan yang mendalam bagi Indonesia. Gempa berkekuatan 7,7 membuat kota hancur. Jembatan kuning, masjid terapung dan bangunan ikonik lainnya hanya kenangan. Trauma masih melekat pada kepala warga di sekitarnya yang melihat rumah mereka rata dengan tanah.

Namun, setiap acara harus memiliki tujuan tertentu. Setelah berbulan-bulan rasa sakit yang menyelimuti Palu, sekarang beberapa dari mereka yang tinggal di kota mengatakan bahwa mereka perlahan-lahan meningkat. 7 bulan setelah dilanda bencana besar, ini adalah wajah terbaru dari kota Palu.

Para siswa yang akan pergi ke UNBK telah belajar di tenda

meluncurkan bbc.com, Berdasarkan data dari pemerintah provinsi Sulawesi tengah, sebanyak 1.299 bangunan sekolah rusak di daerah yang dilanda bencana, yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Paris Moutong dan Kabupaten Donggala. Ini mencegah puluhan ribu siswa masuk sekolah, termasuk mereka yang duduk di kelas XII.

Baca Juga  Jangan Mudah Baper dan Jangan Mudah Berharap, Kamu Harus Mampu Membedakan yang Serius dan Tidak

Tak lama setelah gempa bumi dan sekarang [Sumber gambar]

Salah satu yang menceritakan kisah itu adalah Nanda Lenan. Siswa kelas tiga berkesempatan menceritakan bagaimana ia dan teman-temannya belajar di lapangan terbuka karena gempa susulan sering berlanjut. Untungnya, ketika UNBK dimulai pada bulan April, Nanda berhasil kembali ke kelas dan bekerja dengan tenang di ujian nasional.

Di beberapa tempat warga masih tinggal di tempat penampungan sementara

Perbaikan tidak dapat dilakukan segera. Meskipun pemerintah terus berjanji untuk membangun kembali rumah-rumah yang runtuh akibat gempa, pada kenyataannya masih banyak orang yang tinggal di tenda dan tempat penampungan sementara.

Ada warga sementara Palu [Sumber gambar]

Salah satu tempat berteduh adalah Desa Balaroa, Palu. Seperti teman lihat, penghuni tinggal di tenda untuk menghindari panas dan hujan. Setidaknya, ada sekitar 6.000 anak yang berpartisipasi dalam orang tua mereka di sini.

Baca Juga  Makanan sahur dan buka yang pas untuk biker agar selalu fit

Dana bantuan publik tidak dicairkan

2018 adalah tahun yang gelap, di mana bencana terjadi di mana-mana, dimulai dengan gempa Lombok, gempa Palu dan tsunami, letusan gunung berapi dan bencana lainnya yang menyebabkan banyak korban. Hibah ini harus diterima oleh setiap keluarga sebesar 50 juta rupee. meluncurkan Vice.com, sejauh ini warga belum menerima hak mereka.

Kondisi jalan belum sepenuhnya pulih [Sumber gambar]

Bahkan, kompensasi untuk rumah-rumah yang hancur, yang semula diusulkan untuk sekitar 2,6 triliun orang, melebihi tenggat waktu tiga bulan dan tidak ada respons serius dari pemerintah. Urusana tentu saja melibatkan pejabat setempat untuk mengumpulkan dana bagi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal baru.

Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar

Untuk mengisi waktu darurat menunggu bantuan dari pemerintah, ada banyak hal yang dilakukan masyarakat. "Alih-alih khawatir memikirkan ingatan peristiwa (gempa bumi dan tsunami) tegangan memikirkan harta yang hilang, betapa salahnya aku, aku melukis, "kata Abdullah seperti dikutip oleh Vice.com.

Isi waktu dengan melukis [Sumber gambar]

Sementara di tempat penampungan sementara, dia rajin menggaruk tinta, mengecat lingkungan yang telah menghancurkan rumahnya. Kondisi di sekitar Pantai Talise – tempat utama yang dilanda tsunami, tampak sepi. Kendaraan bisa lewat, tetapi kenyataannya jalan belum sepenuhnya diperbaiki.

Baca Juga  Cerita Misteri Nyata, Injak Sesajen di Bali Celaka

BACA JUGA: 6 peristiwa yang disoroti di tengah guncangan gempa bumi besar di Sulawesi

Pemerintah sengaja membangun tempat penampungan sementara yang bisa bertahan setidaknya dua tahun. Tetapi bagi penghuni, waktu cukup lama karena mereka hidup dalam ketidakpastian. Ya, kami berdoa dan, semoga, pemerintah akan segera menyelesaikan masalah ini dan menciptakan kembali itu sekitar hidup nyaman bersama keluarganya.

Gimana mas bro? Semoga teman-teman bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk membagikan artikel di sosial media kalian.