Menu

5 Mitos Tentang Anak Autis yang Perlu Diketahui – Info Kesehatan

Halo mas bro selamat datang di blog informasiana.com. Kali ini kita akan menyajikan informasi menarik tentang 5 Mitos Tentang Anak Autis yang Perlu Diketahui. Teman-teman jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.

INFORMASIANA – Gangguan spektrum autisme, atau yang biasa dikenal dengan sindrom autisme, adalah gangguan neurologis yang menyebabkan anak-anak memiliki cara abnormal berkomunikasi baik secara verbal maupun non-verbal, serta gangguan perilaku. Banyak mitos beredar di masyarakat tentang kondisi dan penyebab anak autis. Apakah mitos ini benar?

Mitos tentang anak autis

1. Imunisasi menyebabkan anak autis
Mitos vaksinasi dapat menyebabkan perkembangan anak autis sejak 1998, ketika sejumlah peneliti Inggris dalam sebuah artikel menyatakan bahwa bahasa rubella rubella vaksin (MMR) dapat menyebabkan anak autis. Pada saat itu, ada peningkatan pesat pada anak-anak yang didiagnosis autisme.

Baca Juga  Memasang Sulam Alis, Mata Ibu Ini Membengkak Parah - Info Kesehatan

Hasil ini mengarahkan peneliti lain untuk melakukan studi serupa untuk menguji hubungan antara vaksin MMR dan autisme. Pada tahun 2004, sebuah badan kesehatan yang mengelola keamanan imunisasi menerbitkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa tidak ada bukti jelas bahwa vaksin MMR dapat menyebabkan autisme.

2. Anak autis memiliki kecerdasan di atas rata-rata
Banyak orang percaya bahwa anak autis harus jenius. Padahal, setiap anak memiliki kecerdasan dan kemampuan yang berbeda, termasuk anak autis. Kecerdasan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah stimulus yang tepat dari orang tua. Dengan rangsangan dan pelatihan yang serius, setiap anak dapat menjadi cerdas, termasuk anak-anak dengan autisme.

Baca Juga  Anak Ini Alergi dengan Sinar Matahari - Info Kesehatan

3. Anak autis tidak dapat hidup mandiri
Anak autis dengan terapi dan pelatihan yang memadai akan dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat dikatakan bahwa anak autis mampu hidup mandiri. Dalam beberapa kasus, bahkan anak autis dapat berkembang dengan baik dan bekerja seperti anak normal.

4. Anak autis tidak akan dapat berbicara
Sindrom autisme dapat terjadi dengan gejala yang berbeda pada setiap anak. Beberapa mengalami kesulitan berbicara dan beberapa mungkin berbicara kata-kata terbatas. Tetapi semua anak autis dapat berkomunikasi saat menerima terapi yang tepat.

5. Autisme hanya terjadi pada anak laki-laki
Autisme lebih rentan terhadap anak laki-laki. Ini karena kelainan pada kromosom X. Anak laki-laki memiliki kromosom XY, sedangkan wanita memiliki kromosom XX. Jika kromosom X pada anak laki-laki kehilangan gen atau urutan DNA lain, ia berisiko mengembangkan autisme. Sementara jika kondisi ini terjadi pada anak perempuan, ia masih memiliki kromosom X (XY) kedua.

Baca Juga  Perkembangan Jamu dan Obat Tradisional di Indonesia - Info Kesehatan

Bagaimana Teman Sehat masih percaya pada mitos seputar anak autis?

Gimana guys? Semoga mbak bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk bagikan tulisan di sosial media kalian.