by

34.034 NIK Penerima Bansos Tidak Valid, Terancam Tidak Menerima Bantuan Lagi

nkriku.com, Brebes — Persoalan data penerima bantuan sosial (bansos) kembali mencuat setelah Presiden Jokowi meminta Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan perbaikan data. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi dasar penyaluran bansos. Namun, ditemukan banyak data penerima bantuan yang tidak valid.

Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kemensos menemukan ada 34.034 Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak valid sebagai penerima bansos. Rinciannya, 489 penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), 14.668 penerima Bantuan Program Sembako (BPS), dan 18.877 penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kita tahu ada ketidaksinkronan data kemudian dipertegas surat dari Kemensos 5 Januari kemarin. Ada 34.034 penerima bantuan yang NIK-nya tidak valid. NIK itu tidak sinkron antara NIK di KTP dengan NIK di Kemendagri,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan Dinas Sosial Brebes, Bambang Setiyawan, Jumat, 29 Januari 2021.

Bambang mengaku, pihaknya bersama Dinkominfotik dan pemerintah desa sudah melakukan upaya sinkronisasi data 31.981 penerima. Kemudian ada 2053 penerima yang Dinsos merasa kesulitan untuk melakukan sinkronisasi. Setelah disinkronisasi dengan data NIK di Disdukcapil, saat ini masih tersisa 355 NIK yang masih invalid.

“Kalau NIK-nya tidak segera dibetulkan, maka bantuan sosial untuk mereka akan diputus pemerintah. Ini sangat menyedihkan kalau mereka betul-betul keluarga sangat miskin. Selama ini mereka dapat bantuan, tapi karena data tidak valid ini mereka terancam tidak dapat lagi,” tambahnya.

Saat ini, lanjut Bambang, pihaknya tengah mengupayakan 355 NIK bermasalah ini bisa terselesaikan sesuai yang ditargetkan oleh Kemensos bahwa DTKS harus ditetapkan per Maret mendatang. Pihaknya akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) NIK bermasalah tersebut dengan pihak Dindukcapil.

“Sekarang kita lagi kejar-kejaran dengan target dari Kemensos untuk memperbaiki data ini,” tuturnya.

Dilansir dari situs Kemnaker, NIK tidak valid biasanya disebabkan oleh DISDUKCAPIL Kota/Kab tempat peserta tinggal, belum melakukan update database / sinkronisasi ke DISDUKCAPIL Pusat

Untuk menangani hal ini agar kedepannya tidak ada masalah dengan NIK, pembaca dapat menghubungi DUKCAPIL Pusat untuk verifikasi dan cek NIK nya terdaftar atau belum :
Call Center : 1500537
Facebook : Ditjen Dukcapil
Whatsapp : 08118005373
Twitter : @ccdukcapil
Email : [email protected]
SMS : 08118005373
Keterangan lebih lanjut dapat mengunjungi situs DUKCAPIL KEMENDAGRI.

Semoga dengan adanya informasi ini, pembaca dapat lebih mengerti mengenai permasalah NIK yang tidak valid.

Tim Media INFORMASIANA.com mengingatkan kepada pembaca bahwa situs INFORMASIANA.com tidak pernah meminta data pribadi pembaca. Mohon berhati hati apabila ada yang mengatas namakan situs media nkriku.com

Tim media INFORMASIANA.com juga mengingatkan untuk berhati hati terhadap informasi palsu dan hoaks yang tersebar di media sosial. Kami ingatkan untuk jangan pernah mengirimkan data pribadi ke situs situs yang bukan milik pemerintah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *