Menu

3 Mitos Daging Kambing yang Sering Beredar, Kamu Percaya Nomor Berapa? – Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral

Halo teman-teman selamat datang di web informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan menyajikan informasi menarik tentang 3 Mitos Daging Kambing yang Sering Beredar, Kamu Percaya Nomor Berapa? – Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral. Teman-teman jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

Daging kambing tetap menjadi favorit orang Indonesia setelah sapi. Ya, karena rasanya enak dan enak ketika di mulut. Apalagi jika dagingnya dibakar, sepertinya tidak ada yang cocok. Tetapi banyak orang membenci daging kambing ini juga. Biasanya karena baunya sedikit tidak enak dan Anda masih bisa mendengarnya ketika dimakan.

Nah, berbicara tentang daging kambing, banyak berita yang beredar. Bagaimana ram bisa menyebabkan hipertensi dan sebagainya. Tapi, saya ingin melakukan penyelidikan, ternyata kabar yang beredar tentang daging kambing tidak sepenuhnya benar, teman Boombastis.

Baca Juga  Tabrak 12 orang, 4 tewas dan remukkan motor serta warung

Orang dengan tekanan darah tinggi dilarang makan daging kambing

Dapat melakukan tekanan darah tinggi [Sumber Gambar]

Ketika berbicara tentang daging kambing, sudah pasti tidak jauh untuk membahas tekanan darah tinggi. Ya, orang berpikir bahwa daging kambing dapat meningkatkan tekanan darah. Hal ini juga dibantah oleh Dr. Johanes Chandrawinata, SpGK sebagai spesialis nutrisi klinis. Daging kambing itu tidak memicu tekanan darah tinggi sama sekali. Padahal, meski Anda mengonsumsi satu kilogram, itu tidak akan membawa tekanan darah tinggi. Namun perlu diingat, jika Anda makan daging kambing yang cukup dan tidak disertai dengan isi perut seperti babat, otak atau usus.

Daging sapi lebih sehat daripada kambing

Daging sapi lebih sehat [Sumber Gambar]

Banyak orang mengatakan bahwa daging sapi lebih sehat daripada kambing. Alasannya karena daging kambing dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan kolesterol. Meski faktanya tidak seperti itu dari Boombastis Friend. Padahal, menurut Dr. Johanes, daging kambing jauh lebih sehat daripada daging sapi. Dalam dosis 100 gram, lemak daging kambing hanya 3,03 gram, sedangkan untuk sapi 7,72 gram. Jadi untuk kadar kolesterol dalam daging kambing adalah 75 miligram sedangkan sapi hingga 80 miligram. Jadi, tahukah Anda yang mana yang paling sehat?

Baca Juga  Biarkan Orang Lain Menikah Muda, Kamu Menikah di Saat yang Paling Tepat Saja

Pencucian daging kambing tidak menghilangkan prengus

Mencuci daging tidak menghilangkan bau pangeran [Sumber Gambar]

Daging kambing sebenarnya identik dengan bau yang tidak enak atau bau prengus. Nah, dari situlah banyak orang berpikir bahwa bau prengus disebabkan oleh pencucian daging. Karena itu banyak orang memilih untuk tidak mencucinya sebelum dimasak. Tapi alih-alih aroma prengus yang hilang, aromanya yang tidak menyenangkan tetap melekat. Namun di Indra dijawab sebagai pemilik restoran Nasi Ulam, Ibu Yoyo. Menurutnya, daging kambing belum dicuci tetapi dengan cara yang benar. Metode pencucian yang benar adalah membersihkan air yang mengalir bukannya merendamnya. Jika direndam, kotoran di permukaan daging tidak akan hilang.

Baca Juga  Boneka Yang Dikatakan Berhantu

Dengan demikian, mitos yang beredar tentang daging kambing tidak sepenuhnya benar untuk teman-teman Boombastis. Mulai dari bisa menyebabkan bau hipertensi sang pangeran di kulit domba. Jadi, jika Anda merasakan mitos ini terutama selama Idul Adha, lebih baik untuk menyampaikan fakta kepada kerabat.

Gimana guys? Semoga mas bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.