Info Terbaru

3 Kesalahan Membuat Kue Kering yang Menjadikannya Tak Sehat – Info Kesehatan

Helo mbak bro selamat datang di website informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan menyajikan informasi menarik mengenai 3 Kesalahan Membuat Kue Kering yang Menjadikannya Tak Sehat. Teman-teman jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

Kesalahan ke-1 kue kering tidak sehatKredit foto: Flickr.com/Ginny

INFORMASIANA – Idul Fitri segera! Makanan apa yang siap di meja Anda? Makanan penutup adalah salah satu hidangan khas selama Idul Fitri. Tak heran ada berbagai jenis manisan lebaran yang mudah ditemukan saat lebaran.

Sekarang, dengan popularitas permen selama Idul Fitri, banyak orang tertarik untuk membuatnya sendiri. Kue buatan sendiri ini dapat membuat kita lebih fleksibel dalam pengelolaan berbagai jenis, aroma, tekstur sesuai ukuran yang diinginkan.

Salah satu pertimbangan superior yang mendorong orang untuk memilih menyiapkan makanan penutup adalah penggunaan bahan baku yang dapat dikelola dengan cara yang lebih sehat.

Ini akan mendukung hasil kue kering yang rendah lemak, gula dan kalori, sehingga asupan makanan setelah puasa dapat tetap sehat.

Baca Juga  Suka Ngemil Kacang Tanpa Kulit? Ternyata Bisa Memicu Kanker Lho!

Namun, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi sehingga kue buatan sendiri justru menjadi tidak sehat.

Apa kesalahannya? Ayo, cari tahu agar kue buatan kami terhindar dari tergelincir, yang membuatnya tidak sehat di bawah:

1. Jangan menyiapkan bahan baku rendah lemak atau berbasis gula

Salah satu kunci utama kue-kue sehat tentu saja adalah memilih bahan baku yang sehat. Pilihan bahan baku tinggi lemak, seperti mentega tinggi lemak jenuh, susu non-rendah lemak, dapat meningkatkan asupan lemak dalam tubuh.

doc, really-milk-cheese-egg "width=" 300 "height=" 139 "srcset=" https://INFORMASIANA/wp-content/uploads/2016/01/shutterstock_269493053-copy-300x139.jpg 300w, https: //INFORMASIANA/wp-content/uploads/2016/01/shutterstock_269493053-copy-100x46.jpg 100w, https://INFORMASIANA/wp-content/uploads/2016/01/shutterstock_269493053-copy-864x400 .jpg 864w, https://INFORMASIANA/wp-content/uploads/2016/01/shutterstock_269493053-copy.jpg 865w "ukuran=" (lebar maksimum: 300px) 100vw, 300px

Ini dapat ditekan dengan memilih produk rendah lemak yang juga mencegah kehancuran mudah kue karena pemilihan bahan baku tinggi lemak.

Selain itu, ia juga mengontrol penggunaan gula dalam kue. Sebisa mungkin gunakan gula alami sebagai pengganti pemanis buatan. Coba gunakan susu rendah lemak daripada susu kental manis tinggi gula.

sugar-doktersehat "width=" 300 "height=" 156 "srcset=" https://INFORMASIANA/wp-content/uploads/2018/04/gula-doktersehat-300x156.jpg 300w, https: // doktersehat. com / wp-content / uploads / 2018/04 / sugar-sweetness-768x400.jpg 768w, https://INFORMASIANA/wp-content/uploads/2018/04/gula-doktersehat-100x52.jpg 100w, https: //INFORMASIANA/wp-content/uploads/2018/04/gula-doktersehat-864x450.jpg 864w, https://INFORMASIANA/wp-content/uploads/2018/04/gula-doktersehat.jpg 865w " ukuran="(lebar maksimum: 300px) 100vw, 300pxKredit foto: flickr / Gunilla G

Juga, perhatikan porsi gula yang digunakan dengan hasil kue, jika kue yang dihasilkan hanya sedikit tetapi penggunaan gula berlebihan, misalnya lebih dari 8-12 gram per sajian kue.

Baca Juga  Wanita Ini Menyelesaikan Lari Marathon Saat Tengah Malam!

Sebaiknya Anda mempertimbangkan tidak menggunakan banyak gula, Anda masih bisa mendapatkan kemanisan bahan alami seperti bubuk kayu manis atau jus buah manis, seperti kurma.

2. Jangan memilih aditif untuk kue sehat, seperti cokelat manis atau bumbu manis lainnya

Penggunaan gula dalam makanan penutup umumnya cukup luas. Jika Anda menambahkan konten dalam permen atau kue dengan cokelat manis, gula cair, permen manis atau diproses oleh gula lain. Jadi secara alami, asupan gula dan kalori dalam tubuh akan meningkat.

doc-sugar-sweet-chocolate-food-craving "width=" 300 "height=" 139 "class=" aligncenter size-medium wp-image-34689 "srcset=" https://INFORMASIANA/wp-content/ uploads / 2016/01 / shutterstock_298062293-copy-300x139.jpg 300w, https://INFORMASIANA/wp-content/uploads/2016/01/shutterstock_298062293-copy-100x46.jpg 100w, https://INFORMASIANA/ wp-content / uploads / 2016-01 / shutterstock_298062293-copy-864x400.jpg 864w, https://INFORMASIANA/wp-content/uploads/2016/01/shutterstock_298062293-copy.jpg 865w "ukuran=" (maks. lebar: 300px) 100vw, 300px

Jika Anda menggunakan gula yang cukup dalam pastry, hindari memilih aditif yang hanya mengandung gula tinggi. Alihkan ke zat tambahan yang tinggi serat seperti kacang atau buah kering.

3. Jangan mengatur suhu oven dengan benar, sehingga kue belum matang atau terlalu matang

Sering dianggap sepele, sebenarnya ini bisa disebut kunci penting untuk menentukan kualitas kue, lho.

Baca Juga  Tidak Selalu Kanker, Payudara Padat Dan Terasa Benjol Bisa Saja Disebabkan Oleh Hal Ini

Oven yang sebelumnya tidak terbentuk atau tidak cukup panas dapat menyebabkan kue yang dihasilkan tidak matang di tengah. Ini dapat mencemari tubuh karena makan makanan mentah berisiko masih memiliki bakteri salmonella.

www.flickr.com/ Richard Jones

Berbeda dengan di atas, kue yang dimasak pada suhu yang tepat tetapi terlalu lama dapat membuat kue terbakar. Kue yang terbakar dapat merusak kualitas gizi, baik karbohidrat maupun protein dalam kue karena suhunya terlalu panas untuk waktu yang lama.

Gimana guys? Mudah-mudahan mbak bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk bagikan tulisan di sosial media kalian.

3 Kesalahan Membuat Kue Kering yang Menjadikannya Tak Sehat – Info Kesehatan | dr. Glenn | 4.5