Menu

13 Jenis Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas Pemilu

Helo teman-teman selamat datang di blog informasiana.com. Kali ini kita akan membahas informasi unik tentang 13 Jenis Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas Pemilu. Teman-teman jangan lupa yah untuk bagikan artikel di sosial media kalian.

INFORMASIANA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengoordinasikan layanan kesehatan dan staf daerah untuk melakukan layanan, termasuk penyelidikan penyebab kematian petugas dalam pemilihan umum 2019. Hasilnya ditemukan dalam 13 jenis penyakit yang menyebabkan kematian petugas pemilu di 15 provinsi.

Dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan Indonesia, hingga Jumat 11 Mei 2019, dari penyelidikan di 15 provinsi, diketahui bahwa jumlah korban tewas di DKI Jakarta adalah 22 orang, Jawa Barat 131 jiwa, Jawa Tengah 44 orang, Jawa Timur 60 orang, Banten 16 orang, Bengkulu 7 orang, Kepulauan Riau 3 orang, Bali 2 orang, Kalimantan Selatan 8 orang, Kalimantan Tengah 3 orang, Kalimantan Timur 7 orang, Sulawesi Tenggara 6 orang, Gorontalo tidak ada, Kalimantan Selatan 66 orang orang dan Sulawesi Utara 2 orang.

Baca Juga  Karena Mau Hemat Biaya Hotel, Orang-Orang ini Harus Rela Terima Nasib Sial! Zonk Banget!!!

Berdasarkan laporan layanan kesehatan dari 15 provinsi, jika terakumulasi, kematian disebabkan oleh 13 jenis penyakit dan 1 kecelakaan. 13 dari penyakit ini adalah infark miokard, gagal jantung, koma hati, stroke, gagal napas, darurat hipertensi, meningitis, sepsis, asma, diabetes mellitus, gagal ginjal, TBC dan kegagalan multi-organ. Sebagian besar korban meninggal berusia antara 50 dan 59 tahun.

Baca Juga  Jangan Minum Teh Saat Sedang Haid - Info Kesehatan

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan drg. Oscar Primadi mengatakan, mengenai program para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), perlu melihat solidaritas seperti apa yang dibutuhkan, karena terkait dengan perencanaan ini perlu dilakukan pendalaman eksplorasi dengan KPU.

"Nanti kita akan berdiskusi dengan KPU untuk merencanakan pemilihan berikutnya," katanya di Jakarta, mengutip INFORMASIANA, Minggu 12 Mei 2019.

Di masa depan, Sekretaris Jenderal mengatakan, para pejabat pemilihan yang digunakan dicari karena memiliki kondisi kesehatan yang baik, lingkungan kerja yang sehat, non-perokok dan tidak terpapar asap rokok, ruangan yang cukup besar, dan ritme serta Jam kerja diatur dengan baik. cukup. (Mus)

Baca Juga  Kapan Waktu Terbaik Menggunakan Behel Gigi?

Gimana mbak bro? kami berharap mbak bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk bagikan artikel di sosial media kalian.