About these ads

Pengertian Bank, Sejarah dan Fungsi Bank Menurut Ahli


loading...

Pengertian Bank, Sejarah dan Fungsi Bank Menurut Ahli | Inilah pengertian bank, sejarah bank dan fungsi bank menurut para ahli yang sering digunakan oleh orang-orang dalam mengartikan seperti apa itu bank. Tentunya, sebagian besar dari kita semua ternyata masih ada yang belum mengetahui seperti apa itu pengertian bank, sejarah bank dan fungsi bank. Oleh karena itu, disini tim informasiana.com akan menyajikan secara lugas dan terpercaya tentang pengertian bank, fungsi bank dan sejarah bank dari uraian beberapa ahli Bank. Dalam pembahasan kali ini terdapat 3 sesi dimana yang pertama akan membahas tentang pengertian bank, sesi kedua  akan menjelaskan tentang seperti apa fungsi bank dan sesi ketiga akan membahas mengenai sejarah bank Indonesia. Nah, berikut ulasan tentang pengertian bank, sejarah bank dan fungsi bank:

Pengertian Bank, Sejarah dan Fungsi Bank Menurut Ahli

pengertian bank

Pengertian Bank Menurut Para Ahli dan perundang-undangan

Pengertian bank menurut yang telah dituangkan dalam Undang-undang Negara Republik Indonesia pada nomor 10/1998 pasal 1 huruf 2 dimana telah mengatur mengenai perbankan yang menjelaskan bahwa pengertian bank adalah “Badann usaha yang menghimppun dana dari masyarakkat dalam bentuk simppanan dan menyalurrkannya kepadda masyarakat dalam benttuk kredit atau benttuk-bentuk lainnya dalam ranggka meningkatkan tarraf hidup rakyat banyak”

Kemudian pengertian bank menurut Prof. G.M. Verryn Stuart yang tertuang dalam buku berjudul Bank Politik yang mengartikan bank bahwa suatu badan yang memiliki tujuan dalam memuaskan segala kebutuhan kredit atau to satisfy the needs of credit, baik itu dengan jalan menggunakan alat-alat pembayaran sendiri ataukah dengan menggunakan uang yang telah didapatkan dari orang lain, maupun dengan cara mengedarkan alat-alat penukar tersebut dalam bentuk uang giral atau circulate new tool excange in the form of demand deposits

Pengertian Bank menurut ahli seperti A. Abdurrachman didalam bukunya yang berjudul Ensiklopedia Ekonomi Keuangan dan Perdagangan telah menjelaskan Pengertian bank adalah suatu jennis lembaga keuangan yang menjalankan segala macam jasa seperti dengan memberikan sebuah pinjaman atau lend, mengedarrkan mata uang atau circulating currency, pengawassan terhadap mata uang atau supervision of currency, kemudian bertindak sebagai wadah penyimpanan segala benda-benda yang berharga atau storage of valuable objects, dan membiayai usaha orang lain atau para perusahaan.

Mengacu pada UU No. 14/1967 di pasal 1 mengenai pokok-pokok perbankan menjelaskan tentang pengertian bank adalah suatu lembaga keuangan yang ussaha pokokknya memberikan kreddit dan jasa-jasa dalam lallu lintas pembayaran dan perredaran uang. Kemudian pada undang-undang atau aturan yang sama telah dijelaskan mengenai badan keuangan bahwa badan keuangan adalah “semua baddan yang melalui kegiattan-kegiatannya di bidang keuangan, menarikk uang dan menyyalurkannya kedalam masyarrakat”.

Dalam buku Kelembagaan Perbankan oleh Dr. Thomas Suyatno dkk menjelaskan bahwa terdapat pengertian bank yang dapat kita lihat pada tiga sisi dimana bank menjadi penerima kredit atau bank as loan recipients, bank menjadi pemberi kredit atau bank as a creaditor dan yang terakhir bank menjadi pemberi kredit bagi masyarakkat atau bank as a lender for the community yang melalu sumber yang memang berasal dari modal sendiri, tabungan atau simpanan masyarakat maupun melalu pencipttaan uang bank atau bank money creation.

Pengertian bank yang pertama menurut buku Kelembagaan Perbankan menjelaskan bahwa bank yang menerima uang serta dana-danna lainnya yang berasal dari masyarakat dalam wujud simpanan atau tabungan yang biasa dapat diambil atau diminta kembali pada setiap saat didalam bentuk deposito yang berjangka atau in time deposits, yang merupakan simpanan atau tabungan yang dapat diperpanjang kembali hanya bisa dilakukan sesudah jangka waktu yang sudah ditentukan itu habis (bisa diperpanjang dengan otomatis dimana dapat menggunakan sistem ARO. ; didalam bentuk simpanan rekening giro atau koran yang atas nama penyimpan giro yang hanya bisa ditarik dengan menggunakan, giro, bilyet perintah tertulis kepada bank atau cek. Dari pengertian bank yang pertama ini maka telah mencerminkan mengenai bank akan melaksanakan operasi perkreditan yang secara pasif dengan cara menghimpun uang yang ada dari pihak ketiga.

Pengertian bank yang kedua yaitu sebagai pemberi kredit yang menjelaskan mengenai bank sebagai suatu pelaksana aktif operasi perkredditan. Hal tersebut didasari oleh pernyataan dari Mac Leod mengenai “Bank is a shop for the sale of credit” dan pernyataan dari R.G. Hawtrey mengenai bank tentang “Banking are merely dealers in credit atau perbankan hanya sekedar dealer kredit”.

Kemudian untuk pengertian bank yang ketiga mengenai pemberi kredit bagi masyarakkat melalui sumber yang ada dari modal sendiri, tabungan atau simpanan masyarakat maupun yang melalui penciptaan uang bank. Hal tersebut telah sesuai dengan pernyataan dari G.M. Verryn Stuart yang dalam bukunya Pengertian Bank dan Lembaga Keuangan.

Pengertian bank menurut Jerry M. Rosenberg (1982:44) didalam bukunya “Dictionary of Banking and Finance mengenai pengertian bank adalah “Bank is an organization atau bank adalah suatu badan atau organisasi, biasanya dalam bentuk perusahaan dan bekerjasama atau disewa dengan pemerintah, untuk melakukan penerimaan deposito dan giro yang berjangka, membayar bunga yang ada pada mereka sebagaimana yang telah diizinkan oleh hukum yan gberlaku, membuat catatan diskon, memberikan sebuah pinjaman, berinvestasi didalam pemerintahan atau pada surat berharga lainnya.

Untuk bisa membedakan bank dengan lembaga nonbank yang lainnya bisa kita lihat dari adanya asas yang dipunyai dimana Bank mempunyai asa kepercayaan atau fiduciary, asas kehati-hatian dan asas kerahasiaan. Kemudian dapat pula kita lihat dari adanya rumusan undang-undang yang telah berlaku pada UU No.7 tahun 1992 di pasal 16 mengenai izin perbankan yaitu UU No. 5 tahun 1986 (Suhardi, 2003).

Pengertian Bank menurut Dr. B.N. Ajuha menyatakan bahwa pengertian Bank adalah suatu tempat untuk menyalurkan modal dari mereka yang tidak mampu menggunakan secara mengunntungkan kepada mereka yang dappat membuatnya lebih produktif untuk keunntungan masyarkaat.

Pengertian bank menurut Pierson menyatakan bahwa Bank adalah suatu badan usaha yang menerrima kredit tetapi tidak memberrikan kredit. Dalam hal ini menurut Pierson bahwa bank dalam menjalankan tugasnya hanya bersifat passif saja, hanya sekedar menerima titipan uang.

Pengertian bank menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan menjelaskan bahwa Bank adalah suatu badan usaha yang kekayaannya dalam bentuk aset keuangan serta bermotiffkan profit dan jugga sosial, jadi tidak hanya untuk mencari keuntungan saja.

Bank adalah suatu pencippta dan pengedar uang kartal. Pencipta dan pengeddar uang kartal (uang kerttas dan logam) merupakan otorritas tunggal bank sentral atau bank Indonesia, sedangkan untuk uang giral bisa diadakan oleh bank umum.

Bank merupakan suatu pengumpul dana dan penyyalur kredit, berarti bank dallam melakukan tugasnya untuk mengumpulkan dana kepada SSU dan menyalurrkan kredit kepada DSU.

Bank selaku pelakssana lalu lintas pembayarran (LLP) berarti Bank menjadi suatu pelaksana dalam penyelesaian pembayaran transaksi finansial atau komersial dari pembayar untuk penerima. lalu lintas pembayyaran itu diartikan menjadi proses penyelesaian transaksi komersial dan atau finansial dari seorang pembayar kepada penerima melallui media bank.

Bank selaku stabilissator moneter yakni bank yang mempunyai kewajiban ikut serta mensstabilkan nilai tukar uang, nilai kurs, atau harga barang-baranng relatif tetap atau stabil, baik itu secara langsung maupun itu melalui mekanisme giro wajib minimu (GWM) Bank, kebijakan diskonto ataupun operasi pasar terbuka.

Jenis-jenis bank

Ada beberapa jenis bank dimana terbagi atas 4 jenis yaitu:
– Bank Sentral yakni suatu jenis bank yang bertugas dalam menerbitkan uang logam dan uang kertas untuk bisa dijadikan alat pembayaran yang sah dalam suatu negara dan dapat mempertahankan konversi uang yang dimaksud terhadap perak atau emas maupun keduanya.

– Bank umum yakni jenis bank yang tidak saja bisa meminjamkan atau bisa menginvestasikan segala macam jenis tabungan yang telah didapatkannya, akan tetapi juga bisa memberikan pinjaman lewat menciptakan sendiri uang giralnya.

– Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yakni jenis bank yang melakukan suatu kegiatan usaha secara konvensional atau yang telah didasarkan pada suatu prinsip syariah yang didalam kegiatannya tak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayarannya.

– Bank Syariah yakni jenis bank yang senantiasa beroperasi mengacu pada prinsip bagi hasil atau sesuai pada kaidah ajaran islam tentang hukum riba.

Fungsi Bank

Terdapat beberapa fungsi bank yang harus diketahui oleh kita semua, dari pengertian bank yang tertera diatas maka dapat kita melihat bahwa terdapat fungsi bank yang sangat besar sekali bagi kehidupan manusia seperti:

– Fungsi Bank sebagai agen kepercayaan
Bank yang merupakan agen kepercayaan atau agent of Trust ini adalah sebuah lembaga yang berdasar pada kepercayaan. Adapun dasar utama dari kegiatan perbankan adalah suatu kepercayaan, dimana baik menjadi sebagai penghimpun dana maupun dalam penyaluran dana. Adapun dalam hal ini dimana masyarakat akan bersedia menyimpan dananya ke dalam bank kalau berlandaskan atas kepercayaan. Pada fungsi bank ini akan terbangun kepercayaan yang berasal itu baik dari pihak penyimpan dana atau nasabah maupun yang berasal dari pihak bank dan kepercayaan tersebut juga akan terus senantiasa berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan tersebut itu sangatlah penting terbagun karena didalam kondisi tersebut semua pihak akan merasa begitu diuntungkan, baik dari segi penyimpanan dana, penerima penyalurran dana maupun penampung dana.

– Fungsi bank sebagai agen pengembangan atau agent of Development.
Fungsi bank yang menjadi agen pengembangan ini adalah suatu lembaga yang terus menggerakkan dana agar dapat terjadi pembangunan ekonomi pada sebuah negara. Aktivitas bank seperti penghimpun dan penyallur dana sangatlah dibutuhkan untuk kelancara aktivitas perekonomian yang berada di sektor riil. Dalam hal ini maka bank tersebut dapat memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas untuk bisa berinvestasi, distribusi serta adanya kegiatan konsumsi pada jasa dan barang, mengingat bahwa terdapat aktivitas investasi, konsumsi dan distribusi itu tidak terlepas dari adanya penggunaan uang.

– Fungsi Bank sebagai agen pelayanan atau agent of services.

Fungsi bank yang menjadi agen pelayanan ini merupakan suatu lembaga yang bertugas memberikan pelayanan untuk masyarakat. Dalam hal ini bank akan memberikan jasa pelayanan perbankan untuk masyarakat agar masyarakat bisa merasa nyaman dan aman didalam menyimpan dananya itu. Jasa yang telah ditawakan bank tersebut sangat erat berhubungan dengan adanya aktivitas perekonomian masyarakat pada umumnya.

Sejarah Bank

Sejarah bank diawali pada zaman kerajaan Babylonia, Romawi dan Yunani. Pada masa tersebut, bank mempunyai peran yang sangat penting di sektor perdagangan. Pada masa itu, bank lebih masuk bertugas sebagai tempat tukar menukar uang atau alat tukar, olehnya itu, orang yang telah aktif atau mempunyai bank maka disebut pedagang uang. Bank pada saat itu menukar mata uang negara sendiri kepada orang asing begitupun sebaliknya atau saat ini dikenal sebagai money changer dan bank saat ini juga memiliki pelayanan seperti itu.

Kemudian tugas bank mulai melakukan perkembangan menjadi sebagai penerima tabungan, penitipan barang yang tentu memungut atau menerima bayaran, dan pada zaman tersebut juga sudah muncul sistem peminjaman uang dengan adanya bunga pinjaman.

Pada tahun 2000 SM di kerajaan Babylonia, saat itu bank hanya memberikan pinjaman perak dan emas dengan memiliki tingkat bunga yang begitu tinggi dimana jika kita bandingan dengan bank pada hari ini. Bunga pinjaman bank pada masa Babylonia tersebut berkisar 20% pad setiap bulannya. Bank tersebut dikenal dengan menggunakan nama Temples of Babylon. Sesudah zaman babylon, 1500 tahun setelahhnya atau 500 SM pada greek temple yang merupakan bank dengan tugas menyediakan jasa pinjaman atau kredit, pinjaman yang dengan memungut biaya penyimpanan. Emas atau uang yang telah disimpan pada bank tersebut bisa dipinjam oleh masyarakat lainnya dengan adanya bunga pada saat itu yang meliputi penukaran uang dan segala macam dari aktivitas bank. Lembaga perbankan yang pertama berada di Yunani itu muncul di tahun 560 SM.

Selain di Yunani, Roma pun juga ikut mendirikan Bank yang mempunyai pengoperasian yang lebih luas lagi. Bank yang ada di Romawi pada masa itu sudah mampu menukarkan uang, mentransfer modal, memberikan kredit dan menerima deposito. Namun, di tahun 509 SM, dengan jatuhnya Roma maka berakibat pada keruntuhan perbankan yang ada disana. Kemudian di tahun 527 sampai 565, dimana Yustianus mulai membangkitkan kembali perbankan di konstantinopel dengan melakukan pengkodefikasian hukum Romawi. Oleh sebab itulah, mata uang konstantinopel di zaman itu telah menjadi mata uang internasional dengand didukung berdirinya bank disana, serta hadirnya jalur perdagangan pada saat itu bersama Ethiopia, India, Cina yang selanjutnya berkembang sampai Asia barat (Timur tengah) serta menyebar ke Eropa. Inilah yang telah membuat kota-kota seperti di Alexandria, Venesia dan adapun beberapa pelabuhan yang terletak di Italia Selatan tersebut terkenal sebagai pusat perdagangan yang sangat penting.

Selanjutnya pada tahun 1171, mulai juga dibangun Bank Venesia yang menjadi sebuah bank negara pertama yang telah digunakan dalam membiayai perang yang pada saat itu sedang terjadi. Sesudah itu, di tahun 1320 maka didirikanlah Bank of Genoa dan Bank Of Barcelona. Kemudian pada wilayah inggris seperti London, Belgia di kota Antwerpen dan Belanda di Kota Amsterdam serta Leuven, pada sekitar abad ke 16, goldsmith atau tukang emas bersedia dalam menerima uang logam seperti deposito menjadi sebagai bukti dalam penyimpanan yang dikenal sebagai goldsmith’s note. Goldsmith’s note itu merupakan suatu bukti yang tertulis bahwa saat muncul penyimpanan uang berupa perak atau emas maka tukang emas mempunyai hutang pada penyimpan. Seiring berkembangnya jaman maka tanda deposito kemudian menjadi sebagai alat pembayaran yang hari ini dikenal sebagai uang kertas.

Sesudah itu, telah tercatat pada sejarah bank bahwa para penyimpan itu jarang menukarkan Goldsmith’s note meskipun tidak adanya jaminan emas. Hal tersebut tak berarti bahwa tukang emas telah berbuat curang, Goldsmith’s note akan tetap menjadi bukti hutangnya. Hal tersebut berada dalam sejarah bank membuat tukang-tukang emas yang ada di eropa menjadi perbankan.

Sejarah bank di Indonesia

Sejarah bank yang ada di Indonesia itu tak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada zaman tersebut De Javasche Bank, NV dibangun berada di Batavia di tanggal 24 januari 1828 kemudian mulai menyusul Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij, NV di tahun 1918 menjadi sebagai pemegang monopoli dari pembelian hasil bumi yang terdapat dalam negeri dan penjualan ke luar negeri serta tersedia beberapa bank yang telah memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank tersebut diantaranya yaitu De javasce NV, De Post Poar Bank, Hulp en Spaar Bank, De Algemenevolks Crediet Bank, Nederland Handles Maatscappi (NHM), Nationale Handles Bank (NHB), De escompto Bank NV, Nederlansche Indische Handelsblank.

Dilain sisi, terdapat juga bank-bank yang dimiliki oleh orang Indonesia dan orang-orang asing semisal Eropa, Jepang dan Tiongkok yang diantaranya yaitu NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank, Bank Nasional Indonesia, Bank Abuan Saudagar, NV. Bank Boemi, The Chartered Bank of India, China dan Australia, Hongkong & Shanghai Banking Corporation, The Yokohama Species Bank, The Matsui Bank, The Bank of China, Batavia Bank.

Pada zaman kemerdekaan, bank yang ada di Indonesia telah berkembang dan bertambah maju lagi. Terdapat beberapa Bank Belanda yang sudah dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia diantaranya yaitu NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank yang saat ini berganti menjadi Bank OCBCNISP yang telah didirikan pada tanggal 4 april 1941 dengan hadirnya kantor pusat yang ada di Bandung, Bank negara Indonesia yang telah didirikan pada tanggal 05 juli 1946 yang saat ini telah dikenal dengan sebutan BNI ’46, Bank Rakyat Indonesia yang telah didirikan pada tanggal 22 Februari pada tahun 1946. Bank tersebut berasal dari De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko, Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur atau Mai pada tahun 1945 yang ada di Solo, Bank Indonesia yang ada di palembang pada tahun 1946, Bang Dagang Nasional Indonesia pada tahun 1946 yang ada di Medan, Indonesian Banking Corporation pada tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian telah menjadi Bank Amerta, NV Bank Sulawesi yang ada di Manado pada tahun 1946, Bank Dagang Indonesia NV yang ada di Samarinda pada tahun 1950 kemudian melakukan merger bersama Bank Pasifik, Bank Timur NV yang ada di semarang berganti nama berubah menjadi Bank Gemari. Kemudian melakukan merger dengan Bank Central Asia atau BCA pada tahun 1949.

Nah, demikianlah pembahasan tentang pengertian bank, sejarah dan fungsi bank. Semoga apa yang telah tertulis diatas dapat memberikan manfaat yang besar bagi anda yang ingin mengetahui seperti apa pengertian bank, sejarah bank dan fungsi bank. Sekian dan terimakasih.

Suhardi, G. (2003) Usaha perbankan dalam perspektif Hukum. Cetakan V. Yokyakarta: Penerbit Kanisius.
Suyatno, T., dkk. (1999) Kelembagaan Perbankan. Cetakan ke-14. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utam.

About these ads
Pengertian Bank, Sejarah dan Fungsi Bank Menurut Ahli | informasi_terbaru-100 | 4.5